SELATPANJANG, GORIAU - Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi, mengakui penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Meranti lebih kurang 8 persen hanya untuk masyarakat perkotaan. Sementara di pedesaan, tidak banyak berubah karena belum banyak tersentuh oleh program pemerintah.

Menurut Irwan, ketika ditemui wartawan di Selatpanjang, Kamis (9/1/2014) siang, program pengentasan kemiskinan di pedesaan sedang berjalan.

"Setelah kita pelajari ternyata salah satu penyebab kemiskinan itu karena minimnya infrastruktur dan transportasi," ungkapnya.

Untuk itu, kata Irwan lagi, Pemkab Meranti terus mendorong pembangunan berbagai infrastruktur. Mulai dari pembangunan jalan poros antar desa, dermaga, dan jembatan. Selain itu, untuk peningkatan ekonomi rakyat, menurut Irwan pula, akan dilalui melalui pembangunan pasar-pasar desa, membantu dalam pengalokasian BBM, membesarkan anggaran PNPM dan Alokasi Dana Desa juga terus dilakukan.

Adapun tujuannya kata Irwan, semakin banyak uang berputar di desa tentu akan menarik dan menggerakkan ekonomi di desa. Tapi tetap didukung dengan infrastruktur tadi termasuk listrik.

"Kalau itu berjalan, Insyaallah pengentasan kemisikinan ini akan berjalan cepat. Ini yang terus kita dorong sebagai upaya kita meningkatkan perekonomian dan pengentasan kemiskinan," ungkapnya.

Orang nomor satu Kepulauan Meranti itu juga mengakui pemberantasan kemiskinan di pedesaan lebih sulit dibandingkan masyarakat miskin di wilayah perkotaan. Ini karena sulitnya akses transportasi.

"Contohnya Pulau Merbau, akses kesana sangat sulit. Ini menyebabkan inflasi yang sangat tinggi di sana, sehingga masyarakat miskin terus terpuruk. Itulah salah satu alasan kita mendorong pembanguan Jembatan Selat Rengit (JSR)," kata Bupati Irwan.(zal)