PEKANBARU - Warga prasejahtera di Kota Pekanbaru kembali bisa bernapas lega. Memasuki awal bulan ini, roda distribusi bantuan pangan berupa ketersediaan beras mulai bergulir ke berbagai penjuru kota demi memastikan kebutuhan pokok masyarakat kecil tetap terjamin.
Proses pembagian yang melibatkan petugas dari Perum Bulog Kanwil Riau dan Kepulauan Riau (Kepri) ini dilakukan secara bergelombang. Warga yang terdaftar dapat langsung menjemput hak mereka melalui kantor kelurahan masing-masing dengan membawa persyaratan yang ditentukan.
Penyaluran Perdana di Tangkerang Labuai
Sebagai langkah awal, pembagian bahan pokok ini telah berjalan lancar di Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya. Tercatat ada 676 orang penerima manfaat di wilayah tersebut yang silih berganti mendatangi kantor lurah untuk membawa pulang bantuan beras.
Adapun rincian program jaring pengaman sosial ini mencakup beberapa poin utama:
- Total Penerima: Bantuan menyasar 60.478 jiwa masyarakat kurang mampu di seluruh penjuru ibu kota Provinsi Riau.
- Periode Alokasi: Jatah yang dibagikan saat ini merupakan rapelan kuota untuk bulan Juli, Agustus, dan September 2026.
- Basis Data Akurat: Nama penerima merujuk secara ketat pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Warga yang terdaftar ini adalah mereka yang sebelumnya juga telah menerima hak serupa pada periode penyaluran April hingga Juni lalu.
Instruksi Percepatan Distribusi
Melihat urgensi program ini bagi ketahanan pangan warganya, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho langsung turun tangan mendorong aparatur di bawahnya. Ia menginstruksikan para lurah di 15 kecamatan agar proaktif memantau dan memastikan setiap bulir beras sampai tepat sasaran tanpa hambatan birokrasi yang rumit.
"Kita sudah menjalin kerja sama yang solid dengan pihak Bulog agar distribusi ini bisa segera diselesaikan mulai awal bulan ini. Mengingat cakupan wilayahnya luas, penyalurannya memang kita rancang secara bertahap," urai Agung, Rabu (2/9/2026).
Ia juga mewanti-wanti seluruh perangkat kelurahan untuk memberikan pelayanan yang humanis dan maksimal, sehingga warga tidak perlu mengantre berdesakan atau menunggu terlalu lama untuk mendapatkan hak pangannya.
"Untuk penyaluran bantuan pangan bagi warga ini bakal terus bergerak secara bertahap, merata ke seluruh kecamatan yang ada," tandasnya memastikan komitmen pemerintah daerah. ***


