PEKANBARU, GORIAU.COM - Nasib Indra M Adnan jelang Pemilihan Gubernur Riau 2013 memilukan. Setelah tercampak dari pucuk pimpinan Partai Golkar Riau, kini Bupati Indragiri Hilir ini justru tersandung masalah dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Paling tidak, ini tergambar dari pernyataan para petinggi PKB yang menilai Indra M Adnan sudah salah menafsirkan ''kesepatakan'' dengan PKB. Indra sudah mengacaukan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Riau.

Perseteruan Indra M Adnan berawal dari pernyataannya pada salah satu media yang menyebutkan Lukman Edi sudah berkhianat dan pada berita yang sama Indra menyatakan dirinya mendapat dukungan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

''Itu tidak benar sama sekali. Indra Mukhlis membuat koalisi kami jadi blunder. Tak ada dasar dia mengatakan itu. Kami yang punya perahu, kenapa Pak Indra yang mengacaukan suasana,'' ujar Wakil ketua Dewan Syuro DPW PKB Riau, Riky Hariansyah di gedung DPRD Riau, Selasa (19/2/2013).

Riki menegaskan, hingga saat ini koalisi partainya dengan PDI Perjuangan tetap solid. Tidak satu pihak pun yang akan mengubah kesolitan yang dibangun PKB dan PDI Perjuangan untuk mengusung Lukman Edi dan Suryadi Khusaini.

Sebagai kilas balik, diawal ''komunikasi'' PKB dengan Indra, memang ada kesepakatan untuk memajukan 2 tokoh Riau yang kakak-adik tersebut. Saat itu, kesepakatan sama -sama menunggu hasil survey dari partai. Namun, kesepakatan itu atas nama Indra Mukhlis Adnan dengan partai Golkarnya dan Lukman Edi dari PKB sendiri.

"Kalau Indra Mukhlis yang unggul, maka Indra Mukhlis yang didorong dengan golkarnya ketika itu. Sekali lagi, dengan golkarnya waktu itu. kalau LE yang unggul, LE lah yang diusung dari kita," terangnya. Namun, lanjutnya, seiring perjalanan waktu, survey belum selesai, tiba-tiba konstalasi politik di internal Golkar berubah.

"Perjanjiannya Indra membawa perahu Golkar, tapi setelah mendapat kepastian Indra Mukhlis tak mungkin lagi diusung Golkar, tentu kesepatan berubah. Sejak saat itu, PKB sudah membangun koalisi dengan PDI Perjuangan dan hasilnya seperti yang kita umumnya, PKB bersama PDIP sepakat mengusung Lukman Edi dan Suryadi Khusaini,'' jelasnya. (nti)