PEKANBARU – Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau sepanjang 2024 menunjukkan penurunan drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, sepanjang Januari hingga Desember 2024, tercatat 2.774 hotspot, 574 titik api, dan total luas lahan terbakar 2.504,91 hektare. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan kasus karhutla pada 2023.

Kepala Pelaksana BPBD Riau, Edy Afrizal, mengungkapkan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menjadi wilayah dengan lahan terbakar terluas mencapai 777,17 hektare. Sebaliknya, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mencatatkan lahan terbakar terkecil, yakni hanya 35,4 hektare.

"Penurunan ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara pemerintah pusat, daerah, TNI-Polri, perusahaan swasta, dan masyarakat," ujar Edy kepada GoRiau.com, Selasa (31/12/2024).

Edy berharap keberhasilan pengendalian karhutla ini dapat terus dipertahankan pada tahun mendatang. "Kami berharap kondisi ini tetap terjaga agar Bumi Lancang Kuning tidak lagi dilanda kabut asap seperti beberapa tahun silam," pungkasnya. ***