
PEKANBARU - Pemantauan satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan ratusan titik panas (hotspot) di wilayah Pulau Sumatera. Hingga pembaruan data pada pukul 23.00 WIB, tercatat ada 373 titik panas yang tersebar di sepuluh provinsi, dengan Provinsi Riau menyumbang belasan titik.
Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Gita Dewi S, menyebutkan bahwa titik panas terbanyak di Sumatera saat ini berada di Provinsi Bangka Belitung dengan jumlah mencapai 101 titik. Angka tersebut disusul oleh Sumatera Selatan sebanyak 148 titik, Jambi 44 titik, dan Lampung 32 titik.
"Di Provinsi Riau terpantau 17 titik panas yang tersebar di tiga kabupaten," paparnya.
Ia menguraikan distribusi 17 titik panas yang terdeteksi di wilayah Riau tersebut. Kabupaten Indragiri Hulu mendominasi dengan kemunculan 10 titik panas. Sementara itu, sisa titik panas lainnya tersebar di Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak empat titik dan Kabupaten Bengkalis sebanyak tiga titik.
Adapun untuk provinsi lain di Pulau Sumatera, titik panas juga terdeteksi di Aceh sebanyak 12 titik, Sumatera Barat sembilan titik, Sumatera Utara empat titik, Bengkulu tiga titik, serta Kepulauan Riau tiga titik.
Merespons sebaran hotspot yang terpantau di wilayah kerjanya, pihak BMKG Pekanbaru langsung mengeluarkan imbauan kepada masyarakat guna mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang lebih luas di Riau.
"Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan agar dapat segera ditangani," imbaunya. ***