
JAKARTA, GORIAU.COM - PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang merupakan subsidiari Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) Indonesia untuk sementara menghentikan kegiatan operasional di lapangan demi melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah di Riau, termasuk mengerahkan130 orang karyawan dan mitranya yang beraktifitas di Estate Pulau Padang ke lokasi kebakaran untuk menyelamatkan kawasan permukiman penduduk dan lahan perusahaan dari ancaman kebakaran.
Presiden Direktur RAPP, Kusnan Rahmin mengatakan dalam menanggulangi kebakaran lahan diperlukan ekstra kerja keras, mengingat kondisi cuaca kering dan angin kencang akan mempercepat penyebaran api yang berasal dari aktifitas pembukaan lahan di Pulau Padang.
"Kebakaran terjadi di luar konsesi yang berdekatan dengan batas wilayah hutan tanaman, tapi dikarenakan adanya angin kencang dan kuat dengan arah yang berputar maka api bisa saja menyebar ke mana-mana, dan jika kami tidak bisa menghentikan kebakaran ini, maka kami akan kehilangan aset perusahaan," kata Kusnan Rahmin.
Berdasar data, sudah lebih dari 60 hari Pulau Padang tidak diguyur hujan. Kondisi kemarau tahun ini belangsung lebih awal dari tahun sebelumnya. Biasanya terjadi pembukaan lahan secara besar-besaran dengan cara membakar yang dilakukan oleh oknum warga pada musim kemarau, antara bulan Juni hingga Oktober, karena sangat murah dan cepat.
Sementara itu di ibukota kabupaten Pelalawan, satu unit truk pemadam kebakaran RAPP dikerahkan untuk melakukan pemadaman kebakaran yang terjadi di Langgam KM 2, yang berada di dekat permukiman masyarakat di Pangkalan Kerinci pada Jumat (14/3). Personil Fire Fighter RAPP dengan satu unit Truk pemadam lengkap bergabung dengan tim pemadam dari Pemerintah Kabupaten Pelalawan melawan api yang dapat mengancam keselamatan masyarakat di sekitarnya.
Sebelumnya demi menjaga kelembaban lahan gambut, RAPP juga mengambil langkah inisiatif dengan melakukan pemompaan air dari Sungai ke lahan gambut dan kanal sekitar. Pemompaan tahap awal dilakukan dalam skala kecil telah dilakukan akhir Februari lalu di kawasan Kukus, Pelalawan. Kemudian dilanjutkan dengan pemompaan air skala besar dari Sungai Kampar dengan menggunakan mesin pompa skala besar yang mampu memompa sebanyak 500 liter air per detiknya.
Lakukan Doa Bersama
Semakin memburuknya kondisi udara di Riau karena dampak dari kebakaran hutan dan lahan yang terus berlanjut, satu-satunya harapan adalah hujan untuk mengurangi kabut asap yang kian pekat. Seratusan warga Riau Kompleks di RAPP bersama-sama melakukan sholat sunat Istisqa’ atau meminta hujan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Suasana sholat di Masjid At Taqwa Riau Kompleks.Sholat dilaksanakan di Masjid At Taqwa, Riau Kompleks, Jumat (14/3), dipimpin oleh imam H. Syafrizal dan Khatib H. Iswadi Yasid, Ketua MUI Pelalawan. Dalam khutbahnya Khatib menghimbau agar memperbanyak istighfar dan doa sehingga permasalahan mengenai kabut asap ini dapat segera teratasi. (rls)