PALEMBANG -- Polda Sumatera Selatan menetapkan putri bungsu almarhum Akidi Tio, Heriyanti, sebagai tersangka, Senin (2/7/2021). Heriyanti ditetapkan tersangka kasus sumbangan Rp2 triliun yang ternyata hoaks (bohong).

Sebelumnya, pada Senin (26/7/2021), ahli waris Akidi Tio secara simbolik menyerahkan sumbangan Rp2 triliun di Mapolda Sumatera Selatan. Acara itu dihadiri Kapolda dan Gubernur Sumsel.

Dikutip dari Kompas.com, dari hasil penyelidikan, sumbangan Rp2 triliun tersebut ternyata hoaks.

''Kita setengah jam lalu melakukan penegakkan hukum terkait komitmen bantuan penanganan Covid-19 kepada Kapolda Sumsel. Saat ini tersangka inisial H (Heriyanti) sudah diamankan dari Bank Mandiri dibawa ke Mapolda Sumsel,'' kata Direktur Intelkam Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Ratno Kuncuro saat menggelar pers rilis bersama Gubernur Sumsel Herman Deru, Senin.

Ratno menjelaskan, Heriyanti ditangkap setelah polisi melakukan penyelidikan selama sepekan.

Hasilnya, petugas menemukan adanya indikasi penipuan yang dilakukan oleh Heriyanti.

''Kapolda sebelumnya membentuk tim. Tim pertama menyelidiki kebenaran asal usul komitmen itu (bantuan), tim kedua soal penanganan uang karena jumlah banyak. Hasilnya, ternyata ada penipuan,'' ujarnya.

''Secara garis besar nanti akan disampaikan di Polda,'' ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Eko Indra Heri pada Senin (26/7/2021) menerima secara simbolis bantuan untuk penanganan Covid-19 dari Heriyanti  yang merupakan anak bungsu Akidi Tio yang disebut pengusaha sukses asal Langsa, Aceh.

Acara itu turut dihadiri oleh Gubernur Sumsel Herman Deru serta beberapa pejabat penting lainnya.***