PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melaksanakan razia di sejumlah hotel melati pada Senin (30/12/2024) malam untuk mencegah kenakalan remaja dan menekan angka penyakit menular seksual.

Operasi ini dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Walikota Pekanbaru, Roni Rakhmat, didampingi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Pekanbaru, Zulfahmi Adrian.

Menurut pantauan GoRiau.com, razia ini menghadapi kendala karena banyak pasangan muda-mudi yang tidak kooperatif saat diminta ke kantor Satpol PP Pekanbaru.

Dalam razia tersebut, petugas mengamankan 72 orang, terdiri dari 35 perempuan dan 37 laki-laki, termasuk 3 pelaku homoseksual. Salah satu pelaku bahkan menyamar sebagai perempuan untuk menghindari razia.

Pj Walikota Pekanbaru, Roni Rakhmat, menyampaikan keprihatinannya atas temuan banyaknya mahasiswa hingga pelajar yang tertangkap.

“Razia ini mengungkap berbagai fakta, termasuk adanya pelajar, mahasiswa, dan pelaku homoseksual. Ini menjadi perhatian serius bagi kita semua,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap pergaulan bebas yang dapat memicu penyebaran penyakit menular.

“Lindungi diri dan keluarga dari perilaku yang dapat menimbulkan risiko, termasuk penyakit menular yang berbahaya,” tegasnya.

Kasatpol PP Pekanbaru, Zulfahmi Adrian, turut menyoroti lemahnya pengawasan hotel melati di Pekanbaru yang tidak memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Sebagian besar hotel tidak memiliki SOP jelas, hanya mengandalkan syarat usia 18 tahun ke atas untuk menerima tamu,” ungkap Zulfahmi.

Ia berharap razia ini memberikan efek jera, terutama menjelang malam pergantian tahun.

“Kami ingin masyarakat merayakan tahun baru dengan kegiatan positif, bukan dengan hal yang tidak senonoh,” tutupnya. ***