BAGANSIAPIAPI - Pasokan bahan baku galangan kapal kayu pinggiran Sungai Rokan, Bagansiapiapi mulai menipis. Pengusaha yang tergabung dalam Koperasi Serba Usaha Rokan Sejahtera Abadi, mulai kelimpungan mengatasi kelangkaan itu.

Anton, ketua koperasi Serba Rokan Usaha mengakui, beberapa waktu lalu sudah ada kesepakatan antara pengurus koperasi dengan PT Diamond Raya Timber untuk mendapatkan hak atas pengelolaan bahan baku kayu sebesar 5 persen dari HPH.

Namun hingga saat ini, pihak perusahaan tampaknya enggan menyepakati perjanjian atas apa yang tertuang dalam MoU tersebut.

"Idealnya, bahan baku kayu untuk galangan kapal yang kami butuhkan sepanjang 10 meter. Tapi dalam perjanjian dibuat, mereka hanya mampu mendistribusikan sepanjang 7 meter," kata Anton.

‎Anton mengungkapkan, dirinya dipercaya oleh pengusaha industri galangan kapal kayu untuk dapat mengakomodir kepentingan mereka. Hingga saat ini, galangan kapal yang tersisa hanya 12 buah. Jika pemerintah setempat kurang responsif terhadap keberadaan mereka, bukan tidak mungkin, mereka akan mencari lokasi yang dianggap mudah untuk mendapatkan bahan baku kayu seperti di Jawa dan Kalimantan.

Terpisah, Humas PT. Diamond, Ferdinand tidak menafikan bahwa sebelumnya antara PT Diamond dengan koperasi serba usaha memang ada perjanjian. Kesepakatannya, kayu yang akan didistribusikan sepanjang 6 meter.

"Jika permintaan mereka panjang kayu 15 meter, pakai apa mau dikeluarkan Di lokasi perusahaan bukannya ada jalan koridor. Harusnya pakai tronton," cetus Ferdinand, Rabu (24/2/2016).

Ferdinand mengungkapkan, areal lokasi perusahaan hanya menggunakan rel. Sangat sulit jika menggunakan kendaraan berat untuk mengangkut kayu. Kecuali lahan datar dan berbukit.

"Jika permintaan mereka sepanjang 6 meter akan kami penuhi," pungkasnya.(amr)