PEKANBARU - Anggota DPRD Riau Dapil Siak - Pelalawan, Zulfi Mursal meminta kepada Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Provinsi Riau untuk kembali membuka kran bantuan hibah rumah ibadah.

Pasalnya, kata Politisi PAN ini, keluhan yang paling banyak ia terima dalam acara reses adalah persoalan minimnya bantuan rumah ibadah, terutama masjid. Apalagi, Riau selama ini dikenal sebagai daerah yang kental dengan Islam.

Zulfi memahami kondisi keuangan cukup menyulitkan pemerintah untuk membuka kran hibah, tapi setidaknya pemerintah bisa memberikan bantuan kepada masyarakat yang telah menitipkan permintaan lewat DPRD.

"Walaupun tidak seluruhnya dibantu, tapi dipilih lah sesuai dengan yang menjadi hasil reses dewan," kata Mantan Ketua DPRD Siak ini, Rabu (8/7/2020).

Rumah ibadah, ujar Zulfi, memang menjadi kewajiban jemaah yang berada di lingkungan tersebut, tapi tak ada salahnya jika pemerintah ikut membantu. Bukan hanya untuk masjid, tapi juga rumah ibadah lainnya.

Masyarakat, tambahnya, bahkan sudah mengirimkan proposal sesuai dengan persyaratan pencairan bantuan hibah yang ditetapkan oleh Kemendagri. Namun, proposal itu sekarang menumpuk di Biro Kesra.

Zulfi bahkan berani menyebut proposal itu sudah tidak muat jika dikumpulkan dalam kardus mie instan. Tapi sampai hari ini belum juga dicairkan oleh Biro Kesra.

"Anggarannya itu memang tidak ada dalan platform, kalaupun ada paling hanya untuk Pekanbaru, Riau itu bukan hanya Pekanbaru. Proposal yang menumpuk itu sudah satu tong, satu kardus Indomie sudah tidak muat lagi," tuturnya.

Selain bantuan hibah, masih banyak persoalan klasik yang disampaikan masyarakat sejak dari dulunya, seperti infrastruktur, peternakan, perekonomian, pertanian, Rumah Layak Huni (RLH), dan penerangan lampu jalan. ***