PEKANBARU, GORIAU.COM - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengklaim produksi minyak dan gas bumi nasional dalam tiga bulan terakhir mengalami peningkatan meski tidak begitu signifikan. Hal ini bertentangan dengan hasil migas di Riau yang sebelumnya dikabarkan justru sempat menurun.

"Meski tidak signifikan, peningkatan terjadi dalam tiga bulan ini dan ini sesuai dengan komitmen sejak berdirinya SKK-Migas," kata Kepala SKK-Migas, Rudi Rubiandini lewat telekomunikasi, Rabu (8/5/2013).

Dia mengatakan, peningkatan produksi minyak tersebut juga telah dilaporkan ke Presiden RI sebagai bentuk pertanggungjawaban dan komitmen dari pihaknya.

Dengan meningkatnya produksi migas, kata dia, maka dipastikan pendapatan negara juga hampir tercapai sesuai dengan yang diharapkan.

Rudi mengatakan, produksi minyak dalam tiga bulan terakhir maksimal mencapai 840 ribu barel per hari.

Kondisi demikian menurut dia sedikit lebih besar dibandingkan sebelumnya yang biasanya produksi maksimal sekitar 827 ribu barel per hari.

Sebelumnya sempat dikabarka produksi minyak bumi PT. Chevron Pasific Indonesia (CPI) mengalami penurunan drastis khususnya untuk wilayah kerja Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, yakni mencapai 20 ribu hingga 30 ribu barel.

Informasi yang diterima kalangan internal Chevron menyebutkan penurunan produksi minyak di kawasan Bangko terjadi sejak Sabtu (4/5) dan terus berlanjut hingga Senin (6/5).

Humas SKK-Migas Elan Bintoro dihubungi per telepon mengatakan, penurunan produksi minyak di Bangko, Kabupaten Rokan Hilir disebabkan adanya penundaan pemompaan ke tanki pengumpul utama.

"Sedangkan produksi dari masing-masing sumur, kata Elan, sejauh ini tetap berjalan dan tidak mengalami gangguan seperti yang sebelumnya sempat dikabarkan. Dengan demikian, kata dia, sama artinya dengan minyak hanya terkumpul di tangki-tangi lapangan untuk sementara waktu saja.(fzr)