
DUMAI - Terjadinya kebakaran lahan dan hutan (karlahut) di kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Riau, ternyata memiliki dampak yang luar biasa terhadap lingkungan hidup. Lahan yang terbakar bisa menghasilkan partikulat, seperti abu atau debu, yang sangat berdampak buruk bagi kesehatan mahluk hidup yang menghirupnya.
"Masalah karlahut yang terjadi di Riau lebih pada partikulat. Dimana abu atau debu, kayu yang terbakar terbang terdorong oleh asap dan menyebar diudara. Setelah menyebar diudara, terbawa oleh angin dan jika terhirup akan berbahaya," jelas Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Karliansyah kepada GoRiau.com.
Ia mengatakan, Partikulat ini ukurannya kecil, ada yang nampak dengan kasat mata dan ada yang tidak. Sementara sulfur, karena hasil pembakaran yang membakar lahan, sangat kecil. Sehingga potensi hujan asam di wilayah yang terjadi kebakaran lahan sangat kecil bisa terjadi.
"Jadi kemungkinan terjadinya hujan asam sangat kecil. Tapi lebih besar kepada partikulat, seperti abu atau debu, hasil dari lahan yang terbakar," tutup Karliansyah menjelasakan, Jumat (8/4/2016).***