TELUK KUANTAN, GORIAU.COM - Aparat Polres Kuantan Singingi (Kuansing) berhasil meringkus 11 pelaku perampokan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) SKPC II di Desa Beringin Jaya Kecamatan Singingi Hilir Kabupaten Kuantan Singingi, yang terjadi pada 16 Desember 2013 lalu.

Sebelas pelaku yang ditangkap, 6 orang merupakan eksekutor, pembawa kendaraan 3 orang dan 2 orang karyawan Gapoktan.Dalam pencuran dengan kekerasan (curas) itu, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa uang Rp70 juta, yang disita dari tersangka Hdn, kemudian Rp92 juta disita dari tersangka Hrm dan Rp52 juta dari Dft. Polisi juga menyita 2 pucuk senjata api laras pendek rakitan dan sembilan butir amunisi dari tsk Hrm.Kapolres Kuansing AKBP Bayuaji Irawan, SIK, didampingi Waka Polres Kompol Sapta Maulana Marpaung, SH SIK, Kabag Ops, Kabag Reskrim dan anggota Polres, dalam jumpa pers di Mapolres Kuansing, di Teluk Kuantan, Selasa (28/1/2014). Menurut Kapolres, Polres Kuansing komit dalam mengusut tuntas seluruh kasus kejahatan yang terjadi di Kuansing, termasuk pencurian dengan kekerasan."Kita tetap komit berupaya mengungkap semua kasus, agar kasus-kasus yang terjadi di Kuansing dapat terungkap," tegasnya.KoronologisDijelaskannya, kejadian bermula ketika pengurus Gapoktan mengambil uang sejumlah Rp1,5 miliar dari PT SAR dan dibawa ke kantor Gapoktan, sekira pukul 16.00 WIB. Beberapa menit setibanya uang di kantor dan diletakkan di atas meja dalam kantor Gapoktan  SKPC II Desa Beringin Jaya Singingi Hilir, tiba-tiba datang tiga unit sepeda motor, yakni Mega Pro warna merah, Mega Pro warna hitam dan Vixion warna silver. Enam pelaku membawa senjata api laras pendek langsung melepaskan tembakan ke udara dan ke arah bangunan, sambil beteriak, "tiarap".Selanjutnya para pelaku berjalan mengarah ke ruang kantor. Sementara itu karyawan dan dua petugas segera menyelamatkan diri ke arah samping dan belakang bangunan kantor Gapoktan. Ketika karyawan dan petugas menyelamatkan diri, pelaku langsung mengambil uang yang ada dalam tas yang diletakkan di atas meja dalam ruang kantor. Setelah itu para pelaku melarikan diri menggunakan tiga unit sepeda motor sambil melepaskan tembakan ke udara. Pada Rabu (18/12/2013), sekitar pukul 08.00 WIB, anggota Sat Reskrim Polres Kuansing yang dipimpin Waka Polres Kompol Sapta Maulana Marpaung, bersama lima personel Jatanras Polda Riau menuju bengkel las di Desa Beringin Jaya, Singingi Hilir. Di sana berhasil diamankan dua orang berinisial Atn dan Srn, yang diduga terlibat dalam curas di Gapoktan SKPC II. Dalam pemeriksaan diketahui Atn berperan mendanai para eksekutor,  sedangkan Srn tidak mengenali para eksekutor. Hanya Hmd yang mengenali para eksekutor tersebut.Tim kemudian melakukan pengembangan ke Bukit Damar dan Desa Inti Raya di Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir untuk mencari keberadaan pelaku dan berhasil mengamankan empat orang yang diduga mengetahui pelaku curas tersebut. Dari empat pelaku, dua orang hanya ikut membantu menjaga simpang jalan dan membawa uang hasil curas. Selanjutnya, diarahkan ke daerah pedusunan Bukit Damar untuk mencari Dfr, dan di sana ditemukan satu pucuk senjata api laras pendek rakitan lima silinder berisi empat butir amunisi, yang disimpan Hrm.DitembakKemudian, pada 13 Januari 2014, di Desa Suko Harjo, Kecamatan Belitang Mulya, Kabupaten Oku, Sumsel, ditangkap Wyn. Namun saat penangkapan, pelaku melakukan perlawanan dengan mengacungkan senpi dan celurit ke arah petugs, sehingga polisi terpaksa menembak dada pelaku dua kali, sehingga roboh dan dilarikan RSUD Gumawang, namun dalam perjalan ke RSUD meninggal. Selanjutnya, 20 Januari, Tim Polres mengembangkan lagi ke Desa Toto Katon, Kecamatan Gunung Terang, Tulang Bawang Barat, Sumsel, berhasil ditangkap Abd dan diamankan satu pucuk senjata api buatan Pindad serta amunisi 21 butir dan uang Rp60 juta."Dari seluruh pelaku perampokan Gapoktan SKPC II Desa Beringin Jaya Kecamatan Singingi Hilir Kabupaten Kuantan Singingi tersebut, maka diperoleh uang sejumlah Rp267,1 juta dan senpi rakitan dua pucuk, senpi asli (buatan Pindad) satu pucuk, peluru 30 butir serta handphone 12 unit," sambungnya. (rlz)