PEKANBARU - Direktorat Polisi Air (Dit Polair) Polda Riau melibatkan tim pasukan satwa (K-9) untuk melacak kemungkinan adanya penyelundupan narkoba, dari hasil tangkapan 438 kardus berisi buah segar asal luar negeri yang disusupkan melalui perairan Kabupaten Inhil dengan kapal speedboat.

Dua anjing terlatih K-9 milik Polda Riau dikerahkan untuk mengendus satu-persatu kardus berisi buah tersebut. Hasilnya, ada dua kardus yang ditenggarai berisi barang terlarang. Petugas pun langsung membukanya, termasuk memotong buah ini untuk mencari kemungkinan tersebut.

"Hasilnya negatif. Kita memang sengaja melibatkan K-9 untuk menghindari adanya kemungkinan penyelundupan lain di dalam kardus berisi buah ini, karena bentuknya kemasan," ungkap Direktur Polair Polda Riau, Kombes Denny Pudjianto, melalui Kasubdit Gakkum, AKBP Arif Bastari, Senin (30/5/2016) siang.

Ungkapan kasus penyelundupan buah segar itu tergolong langka terjadi, terutama di Riau. Polisi menduga, hal ini berkaitan dengan semakin dekatnya bulan suci Ramadan. "Dugaannya begitu, karena banyak permintaan khususnya jelang Ramadan sampai Idul Fitri nanti," sambung Arif kepada GoRiau.com.

Mengantisipasi ini, Ditpolair Polda Riau bakal memaksimalkan patroli, khususnya di sekitar perairan Inhil, mengingat di sana geografisnya cukup strategis dan dekat dengan beberapa provinsi lainnya, termasuk negara-negara tetangga. "Tidak menutup kemungkinan, sebab perairannya luas," singkat dia. 

Pada kasus tersebut, Polisi Air berhasil mengamankan dua kapal speedboat beserta dua nakhoda dan empat orang anak buah kapal (ABK) yang turut ikut dalam pelayaran dari Tanjung Balai Karimun tujuan Inhil. Kapal mereka kedapatan membawa buah segar tanda dilengkapi dokumen yang sah. Identitas kedua nakhoda ini adalah ED dan HY, asal Inhil. ***