MAKASSAR – Seorang bocah perempuan berinisial IS mengaku dicabuli oknum perwira polisi berpangkat AKBP yang bertugas di Polda Sulawesi Selatan (Sulsel).

Dikutip dari Inews.id, gadis berusia 13 tahun itu mengaku sudah dicabuli oknum perwira polisi itu berkali-kali. Saking seringnya dirudapaksa, bocah tersebut tidak ingat lagi jumlah pastinya.

IS diduga dicabuli paksa setelah menjadi asisten rumah tangga (ART) di rumah pejabat Polda Sulsel itu, sejak September 2021 hingga Februari 2022. Korban diiming-imingi akan dibiayai pendidikannya, termasuk dibiayai kebutuhan hidup keluarganya.

Korban mengaku memang hidup miskin bersama keluarganya dan menerima pekerjaan sebagai ART di rumah polisi tersebut. Dia juga mengakui jika dicabuli majikan  di rumah keduanya, sebab di rumah pertamanya tersebut ada anggota keluarganya.

Karena tak tahan terus-menerus dirudapaksa, korban akhirnya mengadu ke Polda Sulsel.

Akan Ditindaklanjuti

Kepala Bidang Propam Polda Sulsel, Kombes Pol Agoeng Koerniawan mengatakan informasi tersebut sudah diterima dan pasti akan ditindaklanjuti. Pihaknya akan melakukan penyelidikan guna mencari tahu kebenaran informasi tersebut.

''Masih penyelidikan. Itu kan berita (baru) muncul, kami konfirmasi. Kalau benar, kami proses lanjut tapi kalau tidak benar, kita bersihkan nama baik yang bersangkutan," ujar Agoeng, Senin (28/2/2022).

Dia menegaskan, bila memang terbukti oknum perwira polisi itu menjadikan bocah perempuan 13 tahun sebagai budak seks, maka sanksi tegas akan diberikan. Namun saat ini, pihaknya masih mencari saksi untuk mengungkap dugaan kasus dugaan asusila tersebut.

''Pasti ada saksi kalau benar. Tapi kita belum bisa bisa menduga-duga karena itukan baru berita. Masih penyelidikan," tukasnya.***