
BENGKALIS, GORIAU.COM - Paguyuban Keluarga Jawa Kabupaten Bengkalis menggelar kegiatan kesenian tradisional Wayang Kulit semalam suntuk, Sabtu (24/11/2012) malam. Pada acara yang digelar di halaman rumah dinas Wakil Bupati Bengkalis itu, juga dilakukan penyerahan santunan kepada puluhan anak yatim.
Ketua PKJB H Suayatno mengatakan, pagelaran kesenian tradisional Jawa dilaksanakan dalam rangka memeriahkan atau memperingati Malam 10 Asyuro (10 Muharram). Selain dalam rangkaian mempererat silaturrahmi, para pengurus PKJB juga ingin kembali ''menapak tilas'' atas berbagai pristiwa besar yang terjadi pada 10 Asyuro.''Dalam tradisi masyarakat Jawa, 10 Muharram itu lebih dikenal dengan 10 Asyuro. Banyak kejadian atau peristiwa besar yang terjadi pada tanggal ini dan sepantasnya menjadi itibar bagi kita semua. Seperti selamatnya Nabi Ibrahim dan kobaran api, terdamparnya kapal Nabi Nuh setelah berhari-hari dihantam banjir dan berbagai pristiwa lainnya,'' papar Wabup.Mengapa Wayang Kulit? Menurut Wakil Bupati Bengkalis ini, kesenian tradisional masyarakat Jawa tersebut bagian dari karakter bangsa dan masyarakat Jawa itu sendiri. Selain berbagai pesan moral yang bisa disampaikan melalui cerita yang disampaikan, juga bagian membangun dan menumbuh suburkan kembali budaya yang menjadi karakter bangsa.''Mari kita teladani pristiwa besar itu agar kehidupan kita menjadi lebih baik, sambil berupaya bersama mengekalkan karakter bangsa melalui kesenian tradisional wayang kulit,'' ujar Wabup lagi.Acara dihadiri anggota DPRD Riau, Bagus Santoso yang juga mantan Ketua PKJB, sejumlah kepala dinas dan ratusan masyarakat Jawa. Pada kesempatan itu dilakukan penyerahan santunan kepada puluhan anak-anak yatim dan bantuan bencana kepada sejumlah warga.Penampilan wayang kulit dengan lakon ''Semar Membangun Kayangan'' tersebut turut disaksikan puluhan masyarakat dari berbagai suku yang ada di Bengkalis. ''Sikit-sikit pahamlah, paling ketika dalang menggunakan bahasa jawa kasar,'' ujar Amat Bewok yang ikut menyaksikan acara tersebut. (jfk)