JAKARTA, GORIAU.COM - Pemerintah melalui Pertamina telah mengambil alih kilang minyak blok Siak dan Kampar. Keputusan ini diambil setelah kontrak perusahaan Chevron telah habis.

Demikian dikatakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik usai membuka Asean Ministerial Meeting on Minerals (AMMIN) And Associated Meeting di Nusa Dua, Bali, Kamis (28/11/2013).

''Blok Siak dan blok Kampar telah jatuh tempo, tidak akan diperpanjang dan akan diserahkan kepada Pertamina untuk dikelola,'' katanya.

Jero Wacik mengatakan, Pertamina sanggup memproduksi minyak 4 ribu barel pada blok tersebut. Karena itu, Chevron diberi kesempatan transisi maksimal enam bulan. ''Kalau bisa tiga bulan kenapa enam bulan. Pertimbangannya, Pertamina mampu, produksi 4 ribu barel per hari," tandasnya. ***