
PEKANBARU – PTPN IV Regional III, bagian dari Sub Holding PTPN IV PalmCo, terus memperluas penyediaan bibit sawit unggul bersertifikat untuk mendukung para petani di Provinsi Riau. Bibit unggul ini memiliki potensi produktivitas hingga 33-35 ton Tandan Buah Segar (TBS) per hektare setiap tahun dan kini tersedia di enam sentra pembibitan.
Sentra-sentra tersebut berlokasi di Kota Dumai, Tandun dan Sei Pagar (Kabupaten Kampar), Sei Rokan (Kabupaten Rokan Hulu), Lubuk Dalam (Kabupaten Siak), serta Air Molek (Kabupaten Indragiri Hulu).
Region Head PTPN IV Regional III, Rurianto, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/12/2024), menyebutkan bahwa sebanyak 432.000 bibit sawit unggul bersertifikat telah disiapkan untuk petani guna mendukung program peremajaan sawit rakyat (PSR). "Sejak program ini diluncurkan, respon petani sangat positif. Hingga kini, 1,6 juta bibit telah diserap," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pada Desember 2024, perusahaan kembali menyiapkan 200 ribu bibit baru untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat. Dua varietas bibit, yakni PPKS 540 dan PPKS SMB, ditawarkan dengan keunggulan produktivitas 35 ton per hektare per tahun, usia panen lebih cepat (28 bulan), dan rendemen tinggi mencapai 27 persen.
“Bibit ini kami siapkan agar petani mendapatkan tanaman unggul dengan hasil maksimal, mendukung kedaulatan pangan dan energi nasional,” jelas Rurianto.
Kemudahan Akses Bibit Sawit Unggul
General Manager Distrik Petani Mitra PTPN IV Regional III, Ferry P. Lubis, menjelaskan bahwa petani dapat memperoleh bibit tersebut dengan mengunjungi sentra pembibitan atau melalui website resmi di [bibit.ptpn4.co.id](https://bibit.ptpn4.co.id). Petani juga bisa menghubungi nomor 0823-7142-2295 atas nama Ridho untuk informasi lebih lanjut.
Program ini juga merupakan upaya PTPN IV untuk mengatasi peredaran bibit sawit palsu di pasaran. Berdasarkan survei Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), banyak petani terjebak bibit palsu karena tergiur harga murah, kurang informasi, atau kendala jarak dan akses ke produsen resmi.
“Sejak 2021, kami memutuskan menjual bibit unggul yang sebelumnya hanya untuk kebun inti dan plasma, secara online bagi petani swadaya non-plasma,” ungkap Ferry. ***