
PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau menegaskan komitmen memperkuat pengelolaan dan pengawasan pajak daerah dengan rencana pembentukan serta penambahan Tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Langkah ini dinilai penting untuk mengoptimalkan penerimaan pajak dari berbagai objek yang selama ini belum tergarap maksimal.
Rencana tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto saat memimpin Apel Pagi Perdana Tahun 2026 bersama seluruh Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemprov Riau di Lapangan Kantor Gubernur Riau, Senin (5/1/2026).
Ia menilai Provinsi Riau memiliki potensi pajak yang besar, namun belum sepenuhnya terkelola dengan baik karena keterbatasan kewenangan penyidikan. Menurutnya, keberadaan Tim PPNS menjadi kunci agar pengawasan terhadap objek pajak dapat berjalan optimal.
"Kita banyak objek-objek pajak, tapi kita tidak bisa menyidik, karena PPNS-nya tidak ada," ujarnya.
Ia menambahkan, jika penerimaan pajak dapat dikelola dan dikumpulkan secara maksimal, maka pendapatan daerah, khususnya dari sektor pajak, akan meningkat signifikan dan berdampak langsung pada kemampuan fiskal daerah.
Untuk mendukung rencana tersebut, ia meminta Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi agar menyiapkan pelatihan dan pendidikan bagi Pegawai Negeri Sipil agar dapat dilantik sebagai PPNS. Tim yang terbentuk nantinya diharapkan mampu menyasar objek-objek pajak potensial yang selama ini belum berkontribusi optimal terhadap pendapatan daerah.
"Kita kekurangan Tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil. Tim ini nantinya bisa dipergunakan pada semua bidang, misalnya bisa menyasar pada barang yang sudah dipergunakan oleh mantan pejabat," jelasnya.
Selain menekankan penguatan pengawasan pajak, Plt Gubernur Riau juga mengingatkan seluruh ASN agar meningkatkan kinerja, etos kerja, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat di tahun 2026.
"Kita mengevaluasi, memang berat tahun 2025 dijalankan. Kita belum mampu maksimal, baik kinerja maupun fokus kita, misalnya tunda bayar. Namun demikian, kita sudah melakukannya dengan maksimal meski belum terselesaikan. Di tahun ini semoga kita bisa bekerja lebih baik lagi di tahun 2026. Mari jaga kekompakkan," pesannya. ***