PEKANBARU - Pembangunan Jembatan Musi pada ruas Jalan Tol Palembang-Betung terus dipacu guna memperkuat jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). PT Hakaaston (HKA) melalui Unit Produksi Indralaya telah merampungkan suplai 5.581,22 ton campuran beraspal (hotmix) untuk pekerjaan perkerasan jalan yang menghubungkan struktur utama jembatan dengan ruas jalan bebas hambatan tersebut.

Penyediaan material ini merupakan bentuk dukungan terhadap pembangunan infrastruktur yang dikelola oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Hutama Karya (Persero). Total pasokan aspal tersebut dikirim secara bertahap, terdiri atas 5.268,12 ton campuran Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) dan 307,10 ton material aspal menggunakan spesifikasi PG 70.

Direktur Operasi HKA, Martin Nababan menyatakan, kualitas material adalah faktor utama dalam menentukan keandalan suatu infrastruktur sejak tahap awal konstruksi. Oleh karena itu, seluruh pasokan yang dikirim ke lokasi proyek dipastikan telah melewati tahapan pengendalian mutu di pabrik.

"Keandalan infrastruktur dibangun melalui kualitas yang dijaga secara konsisten sejak proses produksi hingga pelaksanaan di lapangan. Setiap material melewati pengujian agar memenuhi spesifikasi teknis dan mendukung umur layan secara optimal," urainya.

Proses penyediaan material ini diproduksi langsung dari fasilitas Asphalt Mixing Plant (AMP) milik perusahaan yang dilengkapi dengan laboratorium pengujian material. Operasional di lapangan berpedoman pada ikrar Disiplin, Melayani, dan Selamat (DMS) agar distribusi pasokan berjalan tepat mutu, tepat volume, dan tepat waktu.

"Setiap proyek yang kami dukung menjadi bagian dari upaya memperkuat kapabilitas HKA sebagai perusahaan pengelola aset infrastruktur. Melalui konsistensi kualitas produk dan keandalan operasional, kami berupaya menghadirkan nilai tambah bagi kelancaran mobilitas publik," jelasnya.

Pengalaman menyuplai material untuk jalan tol, jembatan, hingga bandara menjadi modal bagi perusahaan untuk terus berpartisipasi dalam proyek strategis nasional. Penyelesaian pekerjaan aspal di Jembatan Musi ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendorong perputaran roda ekonomi masyarakat.

"Komitmen tersebut sejalan dengan langkah transformasi HKA menuju Indonesia's Most Valuable Infrastructure Asset Management (IM-V-IAM)," tutupnya.***