
PEKANBARU, GORIAU.COM - Pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) Chevron U-12, Nurmadi kecewa dengan kebijakan panitia Danone Cup, lantaran ditolak mengikuti turnamen tahunan yang digelar di Pekanbaru medio Februari 2015.
Dirinya menuding dilarangnya SSB Chevron mengikuti turnamen usia dini ini lantaran panitia Philep Hansen Maramis tidak menginginkan kehadiran dirinya berparitispasi dalam turnamen tersebut.
"Takut tersaingi, SSB Chevron dilarang ikut turnamen Danone Cup. Kami mau daftar ditolak oleh Philep," ujar pelatih yang akrab dipanggil Madi ini.
Dirnya tidak habis pikir dengan keputusan panitia Danone Cup ini. Pasalnya, turnamen ini sebagai ajang untuk memantau bakat pesepakbola usia dini di Riau dan Pekanbaru khususnya.
Bahkan dirinya sangat menyayangkan kebijakan yang diambil pihak panitia karena seperti 'mematikan' sepakbola atau karir anak didiknya.
"Inilah wadah kita untuk melihat bibit pesepakbola sejak usia dini. Kelihatan sekali dia tidak suka sama saya," tandasnya.
Madi menyesalkan jika keputusan Pelatih PSPS Riau itu menolak SSB Chevron tampil di Danone Cup karena urusan pribadi. "Jangan urusan pribadi dikait-kaitan dengan sepakbola ini. Ini tentu merugikan sepakbola Riau secara umum," cetusnya.
Penolakan panitia danone cup ini terjadi Kamis kemarin, saat pihak SSB Chevron hendak mengambil formulir pendaftaran. "Waktu kami mau ngambil formulir, gak dikasi sama Philep yang waktu itu sebagai panitia, katanya kami gak bisa ikut turnamen ini, kamipun bingung," cetusnya.***