
PEKANBARU, GORIAU.COM - Provinsi Riau yang berbatasan langsung dengan Malaysia cukup menarik bagi Malaysia untuk berinvestasi. Selain soal rumpun bangsa yang sama, Riau ternyata nomor satu peredaran uang terbanyak di luar Pulau Jawa. Disamping itu, Riau relatif aman dari bencana alam seperti gempa bumi.
Hal itu dikatakan Aminuddin Yahya Penasehat Hukum Kedutaan Besar Malaysia dalam pertemuan dengan asisten II Pemprov Riau Emrizal Pakis di ruang kerja asisten II Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru Senin (9/12/2013).
Kehadiran Penasehat Hukum Kedutaan Malaysia Aminudin Yahya itu difasilitasi oleh senator Riau Abdul Gafar Usman dan salah seorang pengurus Muhammadiyah Pusat H Masuud. Tampak pula hadir Karo Pembangunan Burhanuddin dan Karo Perekonomian Syahrial Abdi.
Pada pertemuan itu, Emrizal Pakis mengungkapkan, sampai saat ini sudah ada tiga wadah kerja sama Riau dengan Malaysia. Diantaranya, Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI), MTGT, Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosekmelindo).
Dia berharap, dengan adanya tiga wadah tersebut dapat meningkakan hubungan yang saling menguntungkan bagi kedua negara.
Emrizal Pakis juga menyampaikan, untuk mendukung kerja sama tersebut Riau tengah mempersiapkan berbagai infrastruktur. Namun diantaranya masih ada yang terkendala seperti pembangunan jalan Tol Dumai-Pekanbaru dan pembangunan roro Dumai-Malaka. Meski demikian Emrizal menyatakan, berbagai kendala tersebut akan segera teratasi. "Kita ingin clearkan secepatnya," ujar Emrizal Pakis.
Dia menambahkan, bebagai kerja sama tersebut, secara umum akan lebih menguntungkan Malaysia. Misalnya, sektor pendidikan dan kesehatan. "Orang kita ribuan datang ke Malaysia. Investasi perkebunan juga bnyak," katanya.
Dia menambahkan, masaih banyak peluang investasi Malaysia di Riau. Yang diharapkan adalah mengolah turunan industri sawit yang telah ada. Wilayahnya ada di tiga titik yaitu Dumai, Buton dan Kuala Enok.
"Kita akan fasilitasi investor yang akan datang. Sebab basis industri masih lemah. Industri yang sudah ada masih berbasis bahan baku," ujarnya.
Menanggapi hal itu, Penasehat Hukum Kedutaan Besar Malaysia Aminudin Yahya mengatakan, hubungan Malaysia dan Riau seperti sudah tidak ada batasnya.
"Hubungan kita people tu people, saya kira tak ada batasan dan kita akan tingkatkan. Bagi saya, tak pulang ke malaysia datang kesini tak apa," ujar Aminuddin Yahya.
Dia juga mengatakan, jika hubungan Malaysia ada naik turun, namun dengn Riau dan kepulauan tidak terasa. "Kita manfaatkan itu untuk kepentingan bersama," harapnya.
Dia mengatakan, menurut informasi yang dia dapat, jika dirangking, Riau paling besar perputaran uang di luar Pulau Jawa. "Ini menjadi daya tarik disamping hubungan yang sudah terjalin tadi," katanya.
Aminuddin menambahkan, Malaysia pernah membangun rumah sakit di di Padang, tapi investasi itu habis karena gempa. "Sementara kabarnya Riau tidak termasuk daerah rawan gempa. Ini perlu diketahui warga Malaysia," katanya. (rls)