
PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memastikan pencairan sisa bonus bagi atlet dan pelatih peraih medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh–Sumatera Utara akan dituntaskan pada 2026. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Riau, Yurnalis, saat dihubungi GoRiau, Senin (5/1/2026) sore.
“Tahun ini kita selesaikan. Anggarannya sudah disiapkan. Namun kapan waktu pastinya masih dalam proses penjadwalan. Kita berharap tidak ada kendala ke depan,” ujar Yurnalis.
Ia menegaskan pemerintah tetap berkomitmen memenuhi hak atlet. Terutama bagi Yurnalis masyarakat Riau kerap memberikan rasa kebanggan terhadap tanah melayu. Terbaru seperti para atlet Riau yang berhasil mendapatkan medali saat perhelatan Sea Games Thailand kemarin.
“Kami sangat memahami kebutuhan atlet. Mereka sudah berjuang membawa nama daerah. Karena itu kami pastikan hak mereka tidak akan hilang. Kami minta atlet tetap tenang, karena pemerintah hadir dan bertanggung jawab,” kata Yurnalis.
Hingga saat ini, total bonus yang telah dicairkan mencapai Rp23.644.000.000, yang terdiri dari Rp11.728.400.000 untuk PON dan Rp11.915.600.000 untuk Peparnas. Bonus itu disalurkan kepada 112 atlet dan 25 pelatih PON, serta 83 atlet dan 10 pelatih Peparnas. Adapun sisa bonus yang direncanakan cair pada 2026 mencapai Rp27.406.000.000, dengan rincian Rp12.811.600.000 untuk PON dan Rp14.594.400.000 untuk Peparnas.
Pada PON XXI Aceh–Sumut, kontingen Riau meraih 78 medali yang terdiri dari 21 medali emas, 22 perak, dan 36 perunggu. Namun capaian tersebut belum memenuhi target KONI Riau yang menargetkan 25 medali emas. Raihan 21 emas tersebut sama dengan perolehan PON XX Papua 2021, namun peringkat Riau menurun dari posisi 8 menjadi posisi 12 nasional. ***