TEMBILAHAN- Pada pelaksanaan pembangunan dalam wujud pengembangan objek wisata Pantai Solop, Bupati Inhil, HM Wardan mengaku, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil masih banyak memiliki keterbatasan di berbagai aspek yang berkaitan, baik langsung maupun tidak langsung.

''Seperti keterbatasan Kepala Dinas untuk merumuskan kebijakan yang tepat misalnya. Maka itu, kita minta bantu kepada ahli-ahlinya yang melakukan penelitian, yang melakukan pengkajian untuk sekalian pula melakukan pengabdian di Desa Pulau Cawan guna mengembangkan ikon wisata andalan, Pantai Solop ini,'' pungkas Bupati saat membuka kegiatan penelitian dari UNRI di Pantai Solop, Rabu (17/5/2017).

Dalam konteks pelaksanaan pembangunan, sinergitas antara pemerintah dengan kaum akademisi, menurut Bupati sangat perlu dilakukan, mengingat keterbatasan-keterbatasan pada pemerintah yang menjadi faktor penghambat.

''Kita berupaya terus bagaimana pelaksanaan pembangunan itu yang menyentuh keinginan masyarakat yang harus kita buat. Kalau hanya pembangunan mengharapkan pemerintah saja, Bupati dan Kepala Dinas 10 hingga 20 tahun mendatang pun tidak akan selesai. Maka kita akan berupaya membangun sinergi dengan pihak swasta maupun kaum akademisi supaya pembangunan yang berkualitas dapat terlaksana, seperti halnya di Pantai Solop,'' lanjutnya.

Tak hanya itu, dalam pelaksanaan pembangunan pula, Bupati mengharapkan, masyarakat setempat dapat berpartisipasi aktif agar dikemudian hari dapat menjalani proses perkembangan dan menikmati hasil dari pembangunan tersebut.

''Jangan nanti, saat Pantai Solop berkembang, Desa Pulau Cawan tertata, masyarakat setempat hanya jadi penonton, tentunya kami tidak mau hal itu terjadi. Masyarakat setempat mempunyai tanah di sini, jangan pernah berniat untuk menjual, kita tata, kita perbaiki," tukas HM Wardan.(adv)