PEKANBARU – Pelatih senam Provinsi Riau, Markos, berharap Pemerintah Provinsi Riau segera merealisasikan pencairan sisa bonus atlet dan pelatih Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh–Sumatera Utara yang dijanjikan tuntas pada 2026. Kepastian pencairan dinilai penting agar pembinaan atlet ke depan tidak terganggu.

“Harapan kami, kalau memang anggarannya sudah ada, lebih cepat dibayarkan tentu lebih baik. Kami sedang mempersiapkan diri untuk agenda ke depan, termasuk PON Remaja 2026 dan pra-PON,” kata Markos saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (5/1/2026) malam.

Markos yang juga menjadi pelatih pada perhelatan PON Aceh–Sumut menilai keterlambatan pencairan bonus berdampak pada kondisi atlet dan pelatih. Ia menyebutkan, banyak atlet yang menggantungkan hidup sepenuhnya dari pembinaan olahraga.

“Kasihan atlet. Ada yang punya pekerjaan, ada juga yang tidak. Perjuangan mereka sangat berat. Kalau persoalan bonus ini terus tidak ada kepastian, tentu akan memengaruhi konsentrasi pembinaan,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan kepastian waktu pencairan. Menurut Markos, kejelasan tersebut penting agar pelatih dan atlet dapat fokus menatap agenda nasional yang sudah menanti. “Kalau memang dananya sudah siap, saya kira tidak ada masalah untuk segera dibayarkan. Dengan begitu, arah pembinaan kita ke depan bisa jelas,” kata dia.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Riau memastikan pencairan sisa bonus atlet dan pelatih PON XXI Aceh–Sumatera Utara akan dituntaskan pada 2026. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Riau, Yurnalis, mengatakan anggaran untuk bonus tersebut telah disiapkan.

“Tahun ini kita selesaikan. Anggarannya sudah disiapkan, hanya waktu pencairannya masih dalam proses penjadwalan. Kita berharap tidak ada kendala ke depan,” ujar Yurnalis, Senin sore.

Yurnalis menegaskan pemerintah tetap berkomitmen memenuhi hak atlet dan pelatih yang telah berjuang membawa nama daerah. Ia meminta atlet tetap tenang karena pemerintah bertanggung jawab atas pencairan bonus tersebut.

Hingga kini, total bonus yang telah dicairkan mencapai Rp 23,64 miliar, terdiri atas Rp 11,72 miliar untuk atlet dan pelatih PON serta Rp 11,91 miliar untuk Peparnas. Adapun sisa bonus yang direncanakan cair pada 2026 mencapai Rp 27,40 miliar, dengan rincian Rp 12,81 miliar untuk PON dan Rp 14,59 miliar untuk Peparnas.

Pada PON XXI Aceh–Sumatera Utara, kontingen Riau meraih 78 medali, terdiri atas 21 emas, 22 perak, dan 36 perunggu. Raihan tersebut belum memenuhi target 25 medali emas yang ditetapkan KONI Riau, sekaligus membuat peringkat Riau turun dari posisi kedelapan pada PON Papua 2021 menjadi peringkat ke-12 nasional. ***