JAKARTA - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PT Pelni meminta maaf atas polemik kegiatan kajian jelang Ramadan. Acara kajian Ramadan ini membuat salah seorang direksi perusahaan plat merah tersebut dicopot.

Penjabat sementara Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni, Opik Taufik menyampaikan perusahaan telah menindaklanjuti persoalan ini secara serius dan objektif.

Opik juga menegaskan pihaknya berpedoman pada nilai-nilai Pancasila dalam mengambil tindakan atas polemik tersebut.

"Kami telah melakukan klarifikasi kepada pihak-pihak yang terkait langsung. Kami sekaligus meminta maaf kepada segenap stakeholder dan masyarakat atas kegaduhan yang terjadi. Ini akan menjadi evaluasi bagi kami untuk ke depannya," kata Opik dalam keterangan resmi, Sabtu (10/4/2021).

Opik menyebut Badan Kerohanian Islam atau Bakis PT Pelni berencana menggelar kegiatan kajian dalam rangka menyemarakkan bulan Ramadan. Namun, kegiatan tersebut dibatalkan karena belum memenuhi prosedur dan ketentuan yang berlaku di perusahaan.

"Setelah dilakukan klarifikasi kepada penyelenggara kegiatan kami mendapati terdapat kealpaan untuk melakukan komunikasi sebagaimana yang biasa dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya," ujarnya.

Opik menegaskan Bakis Pelni merupakan badan keagamaan Islam di bawah perusahaan yang memfasilitasi pegawai muslim untuk melakukan kegiatan rohani seperti kegiatan Ramadan, Idulfitri, Iduladha, pengajian, serta menyalurkan zakat dan infaq pegawai PT Pelni.

Sebelumnya, seorang pejabat PT Pelni yang menyelenggarakan kajian Ramadan secara daring tanpa izin direksi dicopoti. Komisaris Independen Pelni Dede Budhyarto mengatakan pejabat tersebut dicopot karena diduga terlibat radikalisme.

"Pejabat yang terkait dengan kepanitiaan acara tersebut telah dicopot. Ini pelajaran sekaligus warning (peringatan) kepada seluruh BUMN, jangan segan-segan mencopot ataupun memecat pegawainya yang terlibat radikalisme. Jangan beri ruang sedikit pun, berangus," ujarnya lewat akun Twitter @kangdede78, dikutip pada Jumat (9/4)

Dari flyer yang beredar, disebutkan bahwa kajian online itu diadakan pada Kamis (8/4) pukul 13.00 WIB dan menghadirkan sejumlah pembicara.

Beberapa dari mereka antara lain, Firanda Andirja yang akan membawakan topik Bekal Fikih Puasa. Kemudian Rizal Yuliar Putrananda yang akan membicarakan topik Cerdas Beramal di Bulan Ramadhan, Syafiq Riza Basalamah yang akan membawakan Agar Ramadhan Tahun Ini Lebih Berarti, dan Subhan Bawazier yang akan membawakan Ramadhan bukan untuk bersantai.

Selain mereka, terdapat pula Ketua Bidang Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Cholis Nafis yang akan membawakan topik Ada Apa dengan Ramadhan.***