
TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Pasca pengunduran diri yang dilakukan Rektor Universitas Islam Indragiri (Unisi),Ririn Dwi Handayani pada Kamis, (25/9/2014). Hari ini mahasiwa Unisi yang dikoordinatori oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menggelar demo hingga penyegelan Kantor Yayasan Tasik Gemilang (YTG) yang terletak di Jalan Gunung Daek Tembilahan dan Rektorat Unisi di Parit 1 Tembilahan Hulu, Jumat (26/9/2014).
Aksi mahasiswa ini dilakukan untuk mendapat klarifikasi dari pihak YTG terkait perkataan Ririn Dwi Handayani dalam konfrensi persnya terkait akta notaris pemindahan pengurus Yayasan yang lama ke yang baru.
''Dalam berita yang kami baca di beberapa media, Bu Ririn mengatakan pengunduran dirinya disebabkan karena Akta perubahan YTG belum mendapatkan persetujuan dari Mentri Hukum dan HAM (Menkumham) Republik Indonesia. Jadi kedatangan kami di sini untuk meminta klarifikasi tentang hal itu,'' Kata Presiden Mahasiswa Unisi, Firman kepada GoRiau.com.
Namun, karena tidak satupun pihak Yayasan dapat mereka temui akhirnya, Kantor Yayasan dan Rektorat Unisi disegel oleh para Mahasiswa yang menggelar aksi demo tersebut.
''Kita hanya ingin minta klarifikasi, apakah benar Akta perubahan kepengurusan itu belum disahkan, jika tidak benar kami minta bukti pengesahannya, kami ingin temui kami langsung'' tambah Firman.
Karena aksi penyegelan Rektorat Unisi, prores administrasi perkuliahanpun menjadi terhenti. Apalagi mahasiswa mengatakan akan tetap melakukan penyegelan hingga mendapat bukti pasti pengesahan dari Kemenkumham.
''Sudahlah Unisi terpuruk, ditambah lagi muncul masalah ini. Kami sebagai mahasiswa yang seharusnya belajar saja menjadi tertekan dengan adanya masalah ini. Untuk itu kita minta secepatnya pihak YTG memberi klarifikasi, sehingga tidak ada lagi isu-isu mengenai ketidak jelasan Unisi ini,'' tutup firman.(ayu)