PEKANBARU - Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Provinsi Riau, Hardianto, mengatakan pihaknya sampai detik ini belum memunculkan satupun nama kader yang dianggap potensial maju di Pilgub Riau 2024.

Hal tersebut dia sampaikan menanggapi beberapa partai yang mulai memajukan kadernya sebagai Calon Gubernur Riau, sebut saja Abdul Wahid dari PKB, Achmad dari Demokrat, Syamsurizal dari PPP dan Alfedri dari PAN.

Dikatakan Hardianto, sah-sah saja jika parpol lain mulai memunculkan jagoannya jauh-jauh hari sebelum Pilgubri, namun untuk Gerindra sampai detik ini masih dalam posisi menunggu.

"Yang perlu dipahami adalah, semua keputusan ada di Pak Prabowo, dan komitmen kami sebagai kader adalah siapapun yang ditunjuk calon gubernur nantinya, adalah perintah dan harga mati untuk kami dukung," ujar Wakil Ketua DPRD Riau ini, Rabu (25/8/2021).

Hardianto menegaskan, Partai Gerindra tidak kekurangan kader untuk dimajukan di Pilgub Riau, namun pihaknya belum bisa menentukan sikap karena masih menunggu permintaan dari masyarakat.

"Yang menentukan siapa yang layak maju itu kan elektabilitas, nilai elektabilitas itu diukur bukan dari parpol, tapi dari persepsi pemilih. Kami mau melihat keinginan masyarakat dulu, yang kemudian meruncing ke personal-personal. Jadi, kami serahkan bulat-bulat kepada masyarakat Riau, bukan kita mengunci satu nama," ujarnya.

Namun untuk saat ini, Gerindra belum sampai ke tahap itu karena Pilgub Riau masih lama. Yang jelas, Gerindra secara kelembagaan akan terus bergerak ke masyarakat dan mewujudkan manifesto politik Gerindra.

"Makanya tagline nya Gerindra itu setia bersama rakyat. Konsepnya dari masyarakat untuk masyarakat. Walaupun endingnya nanti kita akan ikuti proses tahapan Pilkada. DPP sendiri sudah mengimbau kepada kader yang menjabat di legislatif saat ini, yang punya keinginan kesana (Pilkada) harus melakukan yang terbaik sekarang, bagi yang memiliki tempat di hati rakyat tentu partai akan mempertimbangkan," tutupnya. ***