
RENGAT - Dana milyaran rupiah yang digelontorkan pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu, Riau untuk membangun astaka utama MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) XXX di areal objek wisata Danau Raja Rengat, kini bagaikan tiada arti.
Astaka yang dibangun terapung itu, dibiarkan tercampak begitu saja, bahkan bekas tongkang tempat astaka itu didirikan sudah nyaris tenggelam ke dasar danau.
Pemandangan itu menimbulkan pemikiran negatif banyak masyarakat. Terutama terhadap Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporasata) selaku pengelola objek wisata Danau Raja dan Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) selaku pihak yang membangun astaka itu.
"Sungguh sangat disayangkan, untuk memanfaatkan yang ada saja mereka tidak mampu, apa lagi membangun yang tidak ada," ujar Irza (36), warga Rengat kepada GoRiau.com, Senin (18/9/2017) di Pematang Reba.
Harusnya sebut Irza, kedua instansi itu tidak membiarkan astaka bekas iven akbar Riau tahun 2011 tersebut hancur dan menjadi barang rongsokan seperti saat ini, jika sudah seperti ini, siapa yang harus bertanggung jawab.
"Miris memang, dibangun dengan dana miliaran, kini terbuang begitu saja. Karena bangunan astaka itu berada dipinggir danau, harusnya bangunan itu bisa dimanfaatkan sebagai daya tarik wisatawan yang berkunjung ke danau itu," ketus Irza.
Untuk diketahui bersama, astaka itu merupakan astaka MTQ terapung pertama dan satu-satunya yang ada di Riau. Tapi, semua itu kini hanya tinggal kenangan, pungkas pria tambun itu.(Jef)