
PEKANBARU- Bupati Siak H Syamsuar berkali-kali mendapatkan tepuk tangan serentak alias aplaus dari ratusan kader DPW PKS Riau, saat memaparkan sejumlah program pembangunan, apabila dirinya dipercaya rakyat pada Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) 2018 mendatang.
Selain Syamsuar, hal yang sama juga disampaikan Instiawati Ayus (anggota DPD RI dapil Riau) dan Achmad (mantan Bupati Rohul/Ketua Partai Demokrat Riau), untuk mendapatkan simpati Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Pilgubri nanti. Namun, visi misi yang disampaikan Instiawati Ayus dan Achmad kalah aplaus dari Syamsuar. Tepuk tangan ratusan kader PKS sedang-sedang saja.
Pantauan GoRiau.com, proses penjaringan bakal calon gubernur Riau dilaksanakan sebelum Rapat Kerja Wilayah (Rakorwil) DPW PKS Riau digelar, yang sebelumnya dibuka Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman di Hotel Pangeran Pekanbaru, Jumat (24/3/2017).
Dinilai berhasil memimpin Kabupaten Siak sejak 2011, Syamsuar terlihat percaya diri memaparkan berbagai program pembangunan yang telah sukses dilaksanakannya. Mulai dari infrastruktur jalan penghubung desa, kesehatan, pendidikan, perkebunan, pertanian hingga perhatiannya yang besar terhadap pendidikan agama islam di Negeri Istana.
"Agar Riau ini kembali bangkit, perhatian terhadap kemajuan agama islam harus lebih ditingkatkan. Saya bercita-cita kalau Allah berkehendak jadi Gubernur Riau, seluruh kabupaten/kota punya Islamic Centre di masing-masing ibukota. Kalau yang sudah ada, kita perhatikan lagi, yang belum kita bangun pusat pendidikan agama islam ini," jelas Syamsuar, diiringi aplaus ratusan kader PKS seraya mengucap takbir, Allahu Akbar berkali-kali.
Syamsuar menceritakan saat dirinya melaksanakan ibadah umrah dan bertemua dengan salah seorang ulama terkenal di Makkah, beberapa tahun lalu."Pesan beliau selalu saya ingat dan menerapkannya di Kabupaten Siak. Kata ulama itu, jika ingin negeri anda aman dan makmur, dirikanlah salat dan baca serta amalkan Alquran. Alhamddulilah, sekarang di Siak ke-14 kecamatan sudah ada pondok pesantren. Kita sedang buat program 100 Hafiz Quran. Bayangkan, kalau anak-anak kita hafal Alquran, tentu damai negeri ini. Saya sangat ingin hal yang sama dilakukan seluruh masyarakat di Riau, agar Tanah Melayu ini bangkit dari keterpurukan," ujarnya, dan kembali diiringi aplaus.
Kemudian kewajiban berzakat, kata Syamsuar, sejak tahun 2012 lalu di Kabupaten Siak sudah dilaksanakan wajib zakat bagi yang mampu. Dana zakat ini dibagikan kepada umat yang kurang mampu untuk modal usaha."Alhamdullilah, potensi zakat di Siak setiap tahun lebih Rp30 miliar, lalu dana ini diberikan kepada yang membutuhakan. Bayangkan kalau kebiasaan berzakat ini dilaksanakan semua umat Islam di Riau, tentu kemiskinan perlahan-lahan bisa kita kurangi," jelasnya.
"Tak ada orang yang miskin karena mengeluarkan zakat, ini perintah agama dan Allah telah menjanjikan akan melipatgandakan rezeki mereka yang suka berzakat. Apalagi Undang-undang tentang zakat ada, Peraturan Pemerintah juga ada, Alquran dan hadist juga menyarankan, kenapa tak kita lakukan. Kalau ada pemimpin yang tak perhatikan masalah zakat ini, salah besar tu," tegas ayah 3 putra ini.
"Saya sudah 3 kali didukung PKS, pertama tahun 2006 Pilkada Siak, saat itu kalah, kemudian 2009 dan 2014, Alhamdullilah menang. Kalau PKS dukung saya lagi untuk yang ke-4, mudah-mudahan diberkati Allah dan saya menang di Pilgubri nanti," ujar Syamsuar, diiringi tertawa dan aplaus dari undangan yang hadir.
Sementara, Achmad juga memaparkan sejumlah keberhasilan dirinya waktu memimpin Kabupaten Rokan Hulu (Rahul), 10 tahun. Dia menceritakan bagaimana dirinya berjuang membangun Islamic Centre di ibukota Rahul, meski awalnya mendapat pertentangan dari sebagian warga.
"Alhamdullilah, Islamic Centre yang kita punya paling besar di Riau. Setiap tahun, anak-anak kita sering juara MTQ tingkat Provinsi Riau. Ini membuktikan perhatian saya terhadap kemajuan agama islam di Rohul sangat besar. Saya juga sudah 3 kali didukung PKS selama mengikuti Pilkada," ujar Achmad.
Sementara, Instiawati Ayus juga memaparkan sejumlah program pembangunan, apabila dirinya dipercaya masyarakat untuk memimpin Riau. Meski agak "tabu" seorang perempuan jadi kepala daerah di Riau, namun Instiawati Ayus terlihat tak gentar. Dengan penuh semangat, perempuan berkerung ini ingin membuktikan bahwa kaum perempuan juga mampu memimpin Provinsi Riau.
"Makanya saya berkeinginan untuk maju sebagai calon gubernur Riau, untuk mematahkan pemahaman yang masih tabu itu. Kesetaraan gender, saat ini pria dan wanita memiliki hak yang sama untuk menjadi pemimpin," ujarnya.
"Kalau Pak Syam dan Pak Achmad sama sama sudah 3 kali didukung PKS, biar adil, pas pula saya juga duduk ditengah, sebaiknya kursi PKS Riau diberikan ke saya untuk pertama kali," kata Instiawati sembari memalingkan wajah ke Ketua PKS Riau. Undangan pun tertawa sembari memberi aplaus.
Sepanjang acara sekitar 2 jam, suasana tampak hidu. Ketua PKS Kota Pekanbaru Ayat Cahyadi terlihat bersemangat juga menjadi moderator untuk mamandu jalannya penyampaian visi misi.
"Setelah sama-sama kita mendengar pemaparan masing-masing kandidat, intinya mereka maju Pilgubri untuk mensejahterakan rakyat. Apa yang mereka sampaikan sangat luar biasa. Semoga Allah berkehendak, salah satu dari mereka menjadi Gubernur Riau," ujar Ketua Umum DPW PKS Riau ‎Hendry Munief MBA, sebelum menutup acara.***