
PEKANBARU – Setelah beberapa bulan ditanam, jagung yang ditanam di aeral seluas 20 hektare di lahan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Riau yang mendukung program swasembada pangan kini siap dipanen. Namun, hasilnya belum maksimal.
Pantauan GoRiau.com menunjukkan tanaman jagung tumbuh tidak maksimal dengan sebagian buahnya kecil. Aldi, salah satu petani yang terlibat dalam proyek ini, mengatakan kondisi tersebut disebabkan faktor cuaca yang tidak menentu serta kualitas tanah yang kurang optimal untuk budidaya jagung.
“Ada faktor alam juga, cuacanya tak menentu. Kadang saat kami mau memupuk, tiba-tiba hujan turun sehingga pemupukan menjadi terlambat. Tanahnya juga ternyata kurang bagus, meskipun sudah diberi pupuk Dolomit untuk mengurangi kadar asam,” ujarnya, Rabu (26/2/2025).
Menurut Aldi, tanah yang paling cocok untuk jagung adalah tanah humus, sedangkan lahan yang digunakan saat ini merupakan tanah liat. Sebelumnya, lahan tersebut ditanami ubi dan pisang sebelum akhirnya dialihkan ke jagung.
“Yang cocok sebenarnya tanah humus, kalau tanah ini tanah liat. Tapi tak apa, kami ikut saja,” katanya.
Meski hasil panen kali ini tidak sesuai target, Aldi menyebutkan bahwa jagung tahap selanjutnya tetap akan ditanam di lokasi yang sama. ***