
SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Calon Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Siak Joko Susilo, MPd meminta Tim Seleksi (Timsel) penerimaan Komisioner KPU Siak untuk transparan. Pasalnya, ia menduga sangat banyak kejanggalan dengan pengumuman Calon Komisioner KPU Siak yang diumumkan Timsel, Minggu (12/1/2014).
Dalam pengumuman tersebut, dari 22 calon komisioner hanya 15 orang yang dinyatakan lulus tes kesehatan dan psikologi beberapa waktu lalu. Selain Joko, Sri Indriani yang juga Komisioner KPU Siak saat ini juga tidak lulus.
Joko merasa, ia dikalahkan dengan cara yang tidak benar. Pasalnya hasil tes kesehatan dan psikologi tidak ia terima. Sehingga, ia tidak tahu dimana letak kesalahan sehingga tidak lolos dalam tes kesehatan tersebut.
"Sebelumnya, saya mengucapkan terimakasih kepada Timsel yang sudah bekerja. Tapi, saya hanya ingin dimana letak kelemahan saya. Tentunya Timsel harus transparan," ujar Joko kepada GoRiau.com di Siak, Senin (13/1/2014). Ia menjelaskan, ini bukan permasalahan siapa yang akan duduk di KPU nanti. Tapi, berkaitan dengan subtansi cara-cara rekrutmen.
"Kalau seperti ini, jelas tidak fair," lanjutnya. Ia membandingkan kondisi kesehatannya dengan calon lain. Dimana, calon yang lulus tersebut banyak yang bermasalah. Mulai dari gigi yang sudah habis sampai adanya calon yang terindikasi memakai narkoba.
"Saya bisa terima kalau saya tidak lulus, asal itu berdasarkan penilaian yang objektif. Jangan ada unsur-unsur lain," kata Joko. Bahkan, Joko memastikan dirinya digugurkan oleh Timsel.
Untuk itu, Joko berharap Timsel lebih transparan dalam mengumumkan hasil seleksi tersebut. Jika tidak, ia berencana akan mengambil langkah-langkah selanjutnya. "Tentu ada langkah-langkah lain yang akan kita tempuh, ini baru awalnya," tutup Joko.(san)