BEIRUT - Militer Israel mengklaim telah menguasai dua jalur bawah tanah milik Hizbullah di kawasan punggung bukit Ali al-Taher, Lebanon selatan, setelah menjalankan operasi selama beberapa pekan. Dalam pernyataannya pada Kamis (3/9/2026), militer Israel mengatakan pasukannya kini berupaya menetralisasi jaringan terowongan di kawasan tersebut.

Militer Israel mengklaim pasukannya telah menguasai kawasan punggung bukit, baik di atas maupun di bawah tanah, serta menewaskan sejumlah anggota Hizbullah dalam operasi tersebut.

Fasilitas Bawah Tanah Ditemukan

Kompleks bawah tanah tersebut mencakup pusat komando, ruang penyimpanan senjata, dan fasilitas tempat tinggal, kata militer Israel, dikutip dari Xinhua.

Militer Israel juga menuduh infrastruktur tersebut dibangun selama lebih dari dua dekade dengan pendanaan dari Iran.

Kawasan Ali al-Taher terletak sekitar 15 kilometer dari perbatasan Israel dan menjadi salah satu titik panas dalam konflik Israel-Hizbullah di Lebanon selatan.

Latar Belakang Perundingan Perbatasan

Operasi tersebut berlangsung ketika ketegangan di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon masih berlanjut. Pada awal Agustus, kedua negara menggelar putaran ketujuh perundingan di Roma, Italia, yang membahas pengaturan keamanan perbatasan serta penerapan kerangka kesepakatan antara kedua pihak.

Pasukan Israel masih ditempatkan di sejumlah wilayah Lebanon selatan meski gencatan senjata telah diberlakukan. Pemerintah Lebanon terus menuntut penarikan pasukan Israel dari wilayahnya.***