KAMPAR – Jauh di pelosok Provinsi Riau, Desa Pulau Godang di Kecamatan XIII Koto Kampar menjadi sorotan dalam perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024. Desa terpencil ini hanya dapat diakses dengan menggunakan perahu kecil, atau yang biasa dikenal masyarakat sekitar dengan sebutan ‘pompong’, lalu berjalan kaki melewati hutan, menampilkan tantangan berat bagi warga dan penyelenggara Pilkada.

Pulau Godang, dengan luas 128,635 hektar dan topografi berbukit, dihuni 2.160 jiwa yang mayoritas menggantungkan hidup dari pertanian dan perikanan. Sebagian besar wilayahnya digunakan untuk kebun karet, lahan pertanian, serta rawa-rawa sebagai kolam ikan patin. Namun, akses pendidikan yang terbatas membuat banyak warga belum bisa membaca dan menulis.

Minggu (13/10/2024), menjadi hari dimana Kapolres Kampar AKBP Ronald Sumaja datang ke desa yang dulunya banyak ditumbuhi Pohon Puo tersebut. Bersama jajarannya, jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) 2002 itu, bergerak menuju Desa Pulau Godang. Misinya satu. Memastikan pelaksanaan Pilkada berjalan lancar, aman dan damai.

Kapolres Kampar, AKBP Ronald Sumaja, bersama timnya, menghadapi perjalanan sulit demi memastikan hak suara warga terpencil tetap terpenuhi. Dari semula jalan darat, Kapolres dan jajaran kemudian berhenti di pinggiran Danau PLTA XIII Koto Kampar. Selanjutnya ia harus menaiki pompong yang panjangnya sekitar 7 meter dengan lebar sekitar 3 meter.

Mesin pompong dinyalakan, Ronald dan tim menyusuri sungai yang tenang, ditambah angin sepoi-sepoi memecah panasnya terik matahari yang kala itu seakan menyambut kehadiran mereka ke Desa Pulau Godang. Setiap menjumpai nelayan, Kapolres turut membagikan paket sembako.

“Untuk mencapai TPS di Pulau Godang, kami harus menyusuri sungai dengan sampan, kala itu, saat menyebrangi sungai cuacanya sangat cerah dengan sinar matahari yang sangat terik. Lalu kami berjalan kaki melewati hutan yang dipenuhi rumput ilalang yang tinggi, dan perbukitan yang terjal. Tapi hal ini justru menambah semangat kami untuk segera sampai ke Desa Pulau Godang,” ujar Ronald, Sabtu (14/12/2024).

Usai melewati jalur air, perjalanan dilanjutkan dengan menempuh jalan setapak yang bertanah. Jalan tersebut membelah semak belukar dan menuju pemukiman masyarakat Desa Pulau Godang. Kurang lebih, satu jam Kapolres menyusuri jalan setapak itu dengan menenteng bantuan sembako untuk masyarakat desa.

Sesampainya di desa Pulau Godang, para warga sudah menunggu kehadiran mereka. Demi melihat hal itu, Ronald mengaku dirinya merasakan perasaan senang yang tak terperikan. “Semangat warga menyambut pesta demokrasi membuat semua tantangan yang telah kami lewati terasa layak dihadapi,” ujarnya.

Semangat Demokrasi Warga Pulau Godang

Pada saat itu, tim berbincang di balai desa dengan hidangan sederhana, mereka berusaha menjelaskan pentingnya Pilkada meski terkendala bahasa. Perbedaan bahasa menjadi tantangan tersendiri, lantaran masyarakat menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, tidak semua warga Desa Pulau Godang dapat memahami bahasa Indonesia. Kendati demikian, dengan bahasa tubuh dan gambar, pesan tentang hak memilih tetap dapat tersampaikan.

“Dari mata mereka, terlihat semangat untuk ikut serta. Mereka memahami bahwa suara mereka memiliki kekuatan untuk membawa perubahan bagi desa dan masa depan bangsa,” kata Ronald.

Kepada warga, AKBP Ronald sempat menanyakan kabar dan situasi Kamtibmas disana. Ia juga turut menampung seluruh keluh kesah warga. Terutama berkenaan dengan tugas pokok Kepolisian. Ia berjanji akan memenuhi aspirasi warga tersebut.

Selain itu, ia juga memberikan pesan-pesan Kamtibmas kepada warga. Seperti imbauan untuk tidak terpecah belah walau berbeda pilihan kepala daerah. Termasuk juga untuk menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Sehingga situasi kampung dapat terjaga dengan baik dan warga bisa melaksanakan aktivitas ekonomi secara maksimal.

"Pesan-pesan Kamtibmas kami sampaikan. Alhamdulillah warga semangat untuk selalu menjaga Kamtibmas. Semangat warga ini menjadi sebuah tantangan bagi kami untuk bisa mewujudkan Pilkada yang aman dan damai di Kabupaten Kampar," harap Ronald.

Pelaksanaan Pilkada di Pulau Godang menghadapi kendala yang cukup besar, termasuk listrik yang terbatas dan sinyal komunikasi yang hampir tidak ada. Untuk mengatasi hal ini, penyelenggara menggunakan panel surya dan generator guna mendukung TPS. Logistik Pilkada, termasuk surat suara, harus diangkut dengan berjalan kaki melewati medan yang berat.

Meski penuh tantangan, pelaksanaan Pilkada di Pulau Godang menjadi simbol perjuangan untuk kesetaraan dan keadilan dalam demokrasi di Indonesia. "Warga di sini, meski hidup dalam keterbatasan, tetap memiliki semangat tinggi untuk menyuarakan hak mereka,” tambah Ronald.

Handri, salah seorang penduduk desa tersebut menuturkan, kedatangan pihak kepolisian ke desa mereka mendapatkan sambutan antusias dari warga. Apalagi yang datang adalah Kapolres langsung. Dengan kepedulian tersebut, dia meyakini warga akan menjadi bagian untuk menjaga Kamtibmas di Pulau Godang.

"Ini memang sebuah perhatian yang luar biasa yang kami dapatkan. Apalagi yang datang langsung bapak Kapolres. Tadi kami semua sepakat untuk menjaga kampung kita agar tetap kondusif selama pelaksanaan Pilkada," sebutnya.

Ia juga berharap, setelah proses pemungutan suara selesai, harapan baru muncul di Pulau Godang. Warga berharap hasil Pilkada dapat membawa perubahan positif, termasuk perbaikan infrastruktur dan akses pendidikan. Apalagi selama ini, perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) cukup minim dirasakan warga. Hal ini juga berdampak pada kualitas ekonomi.

"Tentu sangat berdampak kepada banyak hal. Terurama perekonomian. Rata-rata warga bekerja sebagai nelayan, mencari ikan, punya keramba. Tapi sulit untuk menjual keluar lantaran akses itu tadi. Jadi mudah-mudahan setelah selesai Pilkada, ada pemimpin baru, kami jadi lebih diperhatikan," harapnya.

Hasil Pilkada dan Harapan Baru

Setelah proses pemungutan suara selesai, harapan baru muncul di Pulau Godang. Warga berharap hasil Pilkada dapat membawa perubahan positif, termasuk perbaikan infrastruktur dan akses pendidikan.

Secara keseluruhan, Polres Kampar mengerahkan 3.156 personel untuk pengamanan TPS di wilayah tersebut, terdiri dari personel Polri, TNI, BKO Brimob, dan Linmas. “Kami memastikan seluruh proses Pilkada berjalan aman hingga pelantikan kepala daerah pada Februari 2025 mendatang,” ujar Ronald optimis.

Kabupaten Kampar dengan 601.561 pemilih tetap (DPT) menjadi salah satu wilayah krusial di Pilkada 2024. Wilayah ini mencakup 21 kecamatan, 8 kelurahan, dan 242 desa.

Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kampar:

1. Repol - Rahmad Jevary Juniardo: Diusung Golkar.

2. Yusri - Rinto Pramono: Diusung Demokrat dan Gerindra.

3. Ahmad Yuzar - Misharti: Didukung PDI Perjuangan, Golkar, NasDem, PKB, PBB.

4. Yuyun Hidayat - Edwin Pratama Putra: Diusung PAN, PSI, PKS, PPP.

Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau:

1. Abdul Wahid - SF Hariyanto: Didukung PDI Perjuangan, NasDem, PKB.

2. Muhammad Nasir - Muhammad Wardan: Didukung PAN, PSI, Perindo, Gelora, Demokrat, PPP, Gerindra.

3. Syamsuar - Mawardi: Diusung PKS dan Golkar.Dengan tantangan besar yang berhasil dilewati, Pilkada di Pulau Godang menjadi bukti bahwa demokrasi mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, bahkan di wilayah yang paling terpencil sekalipun. ***