
BENGKALIS, GORIAU.COM - Proyek pembangunan sirkuit road race di Duri, Kecamatan Mandau, menurut anggota DPRD Bengkalis, Hardoni Archan asal jadi karena tanpa disertai perencanaan yang matang. Padahal anggaran pembangunan arena balapan itu mencapai Rp8,8 miliar bersumber dari APBD Bengkalis 2013.
''Dilihat dari lokasi pembangunan serta akses jalan menuju sirkuit yang masih berupa jalan tanah, terkesan proyek tersebut dipaksakan tanpa melalui studi kelayakan atau perencanaan yang matang. Anggarannya cukup lumayan untuk tahap awal Rp8,8 miliar hanya berupa tanah uruk dan timbunan base yang baru dikerjakan rekanan,'' ungkap Hardoni Archan, Kamis (20/3/2014).
Menurut politisi Partai Hanura ini, Dinas Pekerjaan Umum (PU) selaku pelaksana proyek kurang memperhatikan berbagai aspek, misalnya apakah proyek tersebut memakai analisa mengenai dampak lingkungan (amdal) serta feasibility study (FS) yang matang. Akibat pembangunan yang semata lebih berorientasi kepada proyek, memunculkan reaksi dari kalangan masyarakat.
Saat ini Bengkalis belum membutuhkan pembangunan sebuah sirkuit yang permanent, karena masih banyak sektor infrastruktur lain yang harus digesa untuk percepatan pembangunan daerah. Ia menyebut proyek sirkuit itu hanya keinginan segelintir orang serta tidak memberi multi player efek kepada masyarakat secara luas.
''Ini akibat dari perencanaan yang tidak matang, termasuk peran dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) yang asal main tampung saja usulan-usulan kiegiatan dari SKPD. Bagaimana mungkin sirkuit yang dibangun berada di lokasi jauh dari kota dan tidak ada akses jalan aspal,'' papar Hardoni.
Ia mencontohkan pembangunan sirkuit road race itu sama dengan proyek terminal AKAP yang dibangun di Mandau 10 tahun lalu, terminal selesai jalan tak ada, dan sekarang terminal tersebut terlantar tidak terpakai sama sekali. Diragukannya juga, setelah selesai dibangun, sirkuit road race itu nantinya bakal tidak termanfaatkan.
Kepala Dinas PU Bengkalis Muhammad Nasir yang dikonfirmasi sejumlah wartawan soal pembangunan sirkuit itu mengatakan bahwa untuk proyek sirkuit tersebut tidak memerlukan amdal. Kadis juga mengatakan bahwa pembangunan sirkuit itu sudah melalui perencanaan yang matang.
''Pembangunan sirkuit itu tidak memerlukan amdal. Kemudian pekerjaan di lapangan juga sudah sesuai dengan volume pembiayaan dan pembangunannya akan dilanjutkan kembali pad atahun 2014 ini. Dari sisi perencanaan tidak ada masalah,'' ujar Nasir menjelaskan.(jfk)