
JAKARTA -- Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir mengajak umat Islam di Tanah Air memaknai peringatan maulid (hari kelahiran) Nabi Muhammad SAW, dengan mempraktikkan ajaran agama Islam sebagai rahmat bagi semesta alam.
Dikutip dari Republika.co.id, dijelaskan Haedar, Nabi Muhammad SAW adalah uswatun hasanah (contoh teladan yang baik), sosok utama dari praktik luhur ajaran akhlak mulia dan penebar rahmat bagi semesta alam.
''Ketika kaum Muslimin merayakan dan memperingati milad atau kelahiran Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam dalam tradisi maulid, maka pertama bagi kaum Muslim sebagai mayoritas penduduk di negeri ini, mari kita praktikkan Islam sebagai agama rahmat semesta alam yang menebar kebaikan, keluhuran, perdamaian, persatuan dan nilai-nilai utama dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangasa dan kemanusiaan di ranah global,'' ujar Haedar kepada Republika, Selasa (19/10/2021).
Prof Haedar meyakini, ketika kaum Muslimin menjadi umat yang berada di garda depan dalam mewujudkan nilai-nilai kebaikan, keluhuran, kebenaran, keadilan, kesatuan dan keutamaan dalam kehidupan, maka otomatis kaum muslim menjadi pengikut Nabi Muhammad yang meniru dan meneladani uswah hasanah.
Sambungnya, Nabi selama 23 tahun berhasil membangun bangsa Arab yang mulanya jahiliyah menjadi bangsa yang berperadaban maju dan mencerahkan sebagaimana tercermin dalam simbol Al-Madinah Al-Munawwarah. Sehingga Islam tampil menjadi suluh peradaban utama di dunia selama lebih enam abad di era kejayaan Islam.
''Era keemasan Islam itu harus menjadi inspirasi bagi umat Islam saat ini ketika memperingati kelahiran Nabi, bukan sekadar seremonial,'' tutur dia.
Umat Muslim, lanjutnya, harus mempraktikkan Islam sebagai kanopi suci kehidupan yang serba baik, luhur, dan membawa kebahagiaan sejati hidup di dunia dan akhirat. Sifat utama dalam diri Nabi Muhammad seperti penyebar perdamaian, pemersatu umat, dan penyebar nilai luhur yang beriringan antara nilai Ilahiyah dan kemanusiaan, menurut Haedar, harus dipraktikkan kaum Muslimin.
Diuturkan Haedar, keberadaan kaum Muslim dalam keragamannya maupun umat beragama pada umumnya tentu harus menjadi kekuatan yang menjadi kanopi suci, menjadi peneduh, pendamai, pemersatu, sekaligus juga mengantarkan bangsa ini dalam keragaman menjadi bangsa yang berkemajuan dengan nilai-nilai luhur itu.
''Sehingga Indonesia menjadi bangsa yang besar, bersaing, dengan bangsa lain, berkemajuan dengan nilai-nilai utama agama, Pancasila dan kebudayaan luhur bangsa,'' pungkasnya.***