
TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Bupati Indragiri Hilir, HM Wardan melakukan kunjungan ke Desa Sungai Asam, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri (Inhil), Provinsi Riau untuk melihat keindahan hutan mangrove yang dilestarikan oleh warga setempat, Kamis (8/10/2015).
Didampingi beberapa pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab), pemimpin Negeri Seribu Parit itu berkeliling di tengah tumbuhan yang menjadi tempat habitat berbagai jenis satwa dan tempat pembesaran jenis ikan laut itu.
''Ini luasnya 50 sampai 60 hektare, indah sekali, harus lebih dikembangkan pengelolaannya, agar tetap terjaga kelestariannya,'' ujar Bupati.
Keindahan mangrove yang sudah dibudidayakan sejak tahun 2004 itu, dinilai Bupati masih kurang dalam segi promosi, untuk itu, kedepannya, dikatakannya, harus diekspose lebih maksimal, agar keberadaan hutan yang indah itu diketahui khalayak ramai.
''Alamnya indah, hanya promosi saja yang kurang. Padahal, Bali saja kalah dengan ini, karena di sana, tidak ada hutan mangrove se menakjubkan ini,'' sebut mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau itu.
HM Wardan juga mengatakan, akan menjadikan tempat tersebut menjadi daerah wisata, hingga bisa dinikmati oleh banyak orang.
''Tapi infrastruktur masih kurang di sini, kedepan, akan kita prioritaskan akses menuju ke tempat ini,'' tutur HM Wardan.
Sementara itu, sang penggagas hutan mangrove ini, Abas, menuturkan bahwa dulunya, tempat tersebut sangat memprihatinkan, hingga dirinya merasa tergerak untuk melakukan hal yang dapat menyelamatkan kawasan itu.
Akhirnya, pada 2003 silam, dikatakan Abas dirinya mulai mengajak masyarakat untuk menanami tempat tersebut dengan pohon mangrove.
Dan alhasil, saat ini, tempat yang dapat ditempuh dari Ibukota Kecamatan Reteh sekitar 30 menit itu, menjadi ekosistem berbagai macam jenis ikan seperti kepiting, udang dan lainnya.
''Pada tahun 2008, kita pernah menerima penghargaan Kalpataru di Istana dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Semoga saja, langkah kita ini diikuti oleh pencinta lingkungan lainnya, sementara kita, terus berupaya agar tempat ini menjadi ekowisata di Inhil, dan bisa terkenal hingga kancah Internasional,'' harap Abas.(adv)