SELATPANJANG, GORIAU.COM - Pemuda Desa Alai bekerjasama dengan KNPI Tebing Tinggi Barat rencananya akan menggelar halal bihalal di lapangan SD 002 Alai Tebing Tinggi Barat, Kepulauan Meranti, Riau. Melalui halal bihalal itu, rencananya mereka akan mengumpulkan sumbangan untuk Gaza.
"Kita akan menggelar acara halal bihalal Desa Alai yang bekerjasama dengan KNPI Tebing Tinggi Barat, di Lapangan SD 002 Alai," kata Taufik, selaku Ketua Pemuda Desa Alai kepada wartawan, Rabu (6/8/2014) siang.
Disampaikan Taufik pula, rencana halal bihalal itu digelar selama 4 hari yang dimulai tanggal 8 Agustus 2014 mendatang.
Dalam halal bihalal ini pula, mereka rencananya akan mengumpulkan dana untuk membantu korban perang di Gaza. Rencana ini didapatkan usai melakukan rapat bersama panitia.
Untuk mendukung kesuksesan pengumpulan dana bantuan ke Gaza itu, pemuda Desa Alai mengundan penceramah dari Jakarta, Amran Saragih. Amran ini dianggap bisa menggugah hati tamu undangan untuk menyumbangkan sebagian uangnya karena selain ceramah, Amran juga akan bernyanyi (saat ceramah, red).
"Pada malam pertama halal bihalal itu kita namakan konser amal untuk gaza. Karena saat sang ustadz berceramah, biasanya dia (ustad, red) sambil bernyanyi, dan momen itu sangat pas untuk mengumpulkan sumbangan dari para tamu dan undangan yang datang malam itu. Kemudian, uang yang terkumpul akan kita titipkan ke sang ustad untuk ditransferkan langsung ke rekening bantuan gaza. Dia sudah sering melakukannya," kata Taufik pula.
Sementara itu, untuk malam selanjutnya, tambah Taufik, mereka akan menggelar festival lagu raya (lagu-lagu lebaran yang dipopulerkan dari negara tetangga, Malaysia).
Kata Taufik lagi, peserta ditargetkan sebanyak 30 orang, dengan pendaftaran gratis. Sebetulnya festival yang diperlombakan ini hanya untuk Desa Alai, namun karena di Desa Alai hanya ada 3 dusun dimana 1 dusun akan diambil 8 orang, maka akan terjadi kekurangan peserta sebanyak 6 orang. Kekurangan 6 orang peserta ini akan diambil dari desa tetanggal seperti Alai Selatan dan Desa Mekong.
Tapi ada perbedaan dalam peserta festival. Kalau 3 dusun di Desa Alai itu usia peserta 18 hingga 40 tahun, maka untuk 6 peserta yang diambil dari desa tetangga itu usianya harus di atas 40 tahun.
"Jadi ada dua kategori, muda dan tua. Pemenangnya kita ambil 6 orang. 3 orang (juara 1, 2, dan 3) untuk kategori muda dan 3 lagi untuk kategori tua," ujar Taufik.
(zal)