
PEKANBARU - PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER), salah satu BUMD Riau yang membantu program pemerintah dalam memajukan sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Riau.
Plt Direktur PT PER, Fahrial, melalui Humas PT PER, Ganesya Varandra mengatakan lembaga permodalan ini secara khusus sebagai lembaga penyaluran kredit UMKM."AD ART nya memang permodalan ke UMKM, memberikan modal kerja ke pelaku UMKM dan pendampingan manajemen," ujar Ganesya, Rabu (20/1/16).
Saat ini penyaluran kredit PT PER rata-rata setiap tahun antara Rp70-77 Miliyar dari modal Pemprov Rp80 Milyar. "Lima tahun terkahirlah setidaknya," ujarnya.
PT PER menyalurkan pinjaman maksimal senilai Rp500 juta, namun porsi paling banyak selama ini, kata Ganesya, penyaluran kredit dengan pengajuan Rp10-50 juta.
"Paling rendah bisa Rp5 juta dan di atas Rp500 juta, diarahkan ke Bank Riau Kepri," kata Ganesya.
Syaratnya secara umum hampir sama dengan syarat pengajuan pinjaman perbankan pada umumnya. "Bedanya di Bank harus SHM, kita bisa SKGR, dan pastinya bunga sedikit lebih rendah dari Bank umum, berlaku saat ini 12-14 persen tahun," paparnya.
PT PER memang mengutamakan, pedagang, terlihat dari catatan penyaluran kreditnya, lebih banyak untuk bakulan yakni penyaluran ke koperasi pedagang pasar, perbandingannya yakni sektor perdagangan mencapai 70 persen, 20 pertanian dan 10 persen bidang jasa lainnya ***