PEKANBARU - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Riau asal Riau, Edwin Pratama Putra mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terlalu khawatir dengan adanya rencana vaksinasi oleh pemerintah kepada masyarakat.

Dikatakan senator asal Kampar ini, hari ini proses vaksinasi masih dalam tahap distribusi dan Riau sendiri mendapatkan porsi sebanyak 20 ribu vaksin. Sementara, tahapan penyuntikan masih belum dilaksanakan.

Edwin memahami kekhawatiran masyarakat dipicu oleh adanya informasi yang beredar terkait kurang amannya vaksin ini, bahkan ada negara yang memutuskan membatalkan penyuntikan vaksin ini.

Adanya negara yang membatalkan vaksinasi, lanjut Edwin, harus ditelusuri oleh pemerintah Indonesia terkait alasan mereka melakukan pembatalan ini.

"Saya kebetulan saat ini sudah mengikuti diskusi dan melihat perkembangan vaksin ini, tapi saya minta sebelum diujicoba ke masyarakat, pastikan dulu vaksin ini tidak punya efek samping yang berbahaya," kata Edwin kepada GoRiau.com, Rabu (6/1/2021).

Jika memang nantinya para penyelanggara negara maupun daerah sudah disuntik vaksin dan tidak ada efek samping yang membahayakan, menurut Edwin, berarti hal itu tidak perlu diragukan lagi.

"Yang jelas pemerintah harus memberi kepastian kepada masyarakat, terutama Presiden dan para menteri. Mereka harus membuktikan kalau vaksin ini memang aman. Ini menyangkut nyawa manusia dan saya paham ketakutan masyarakat," tuturnya. 

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir menjelaskan bahwa tahap pertama vaksinasi ini memang akan difokuskan untuk menyasar tenaga kesehatan dan pada tahap ini sudah ada sebanyak 35.985 nakes di Riau yang terdata untuk menerima imunisasi vaksin tersebut.

"Jumlah vaksin yang datang saat ini sebanyak 20.000 dosis dan akan disebar ke 12 kabupaten kota di Riau. Ini memang prioritas utama tenaga kesehatan. Namun untuk memberikan keyakinan kepada masyarakat akan ada sepuluh tokoh masyarakat yang dipilih dan diputuskan untuk mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 pertama," jelas Mimi, Selasa (5/1/2021).

Terkait siapa saja dan kriteria tokoh yang masuk ke dalam sepuluh orang pertama menerima imunisasi vaksin Covid-19, Mimi menjelaskan sebelum tanggal 11 Januari akan dilakukan rapat forkomopinda Riau terlebih dahulu. 

"Nanti rapat forkopimda yang akan memutuskan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh lainnya yang akan memberikan panutan menerima vaksin Covid-19 aman," ujar Mimi. 

Lalu bagaimana dengan Gubernur Riau, lanjut Mimi, Gubri tidak lagi disuntik vaksin Covid-19 karena di dalam tubuhnya sudah tercipta imun .

"Untuk Pak Gubernur nggak disuntik vaksin Covid-19 karena pak Gubernur udah sembuh dari Covid-19. Secara otomatis imunnya sudah terbentuk. Pemberian Vaksin akan diberikan kepada yang berusia 18-59 tahun," jelasnya.***