
PEKANBARU - Realisasi fisik triwulan pertama Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau 2016 baru mencapai 5,47 persen dengan realisasi keuangan capai 4,48 persen. Jika dibandingkan antara jumlah anggaran dan targetnya, capaian tersebut dinilai masih sangat rendah. Untuk itu, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diminta segera melakukan pelelangan.
"Masih devisiasi dari 15 persen yang ditargetkan, tapi kalau dibandingkan tahun lalu jelas jauh sekali pergerakkannya. Kalau tahun lalu itukan belum ada apa-apa, pokoknya sejak saya dilantik April 2015 lalu. Intinya SKPD harus terus melakukan progresnya, kejar target," ungkap Asisten I Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Riau, Masperi kepada GoRiau.com, Rabu (6/4/2016) di Pekanbaru.
Saat ini, proyek tercatat sudah berada diangka Rp3,5 triliun. Ada sekitar Rp2 triliun lagi yang belum masuk ke Rencana Umum Pengadaan (RUP).
"Capaian triwulan kedua nanti harus dijustifikasi kembali dengan memasukan anggaran kekurangan sebesar 10 persen. Jadi 10 persen kali 3 bulan, bagi 3, target hari ini. Persen, ditambah 3,5 persen. Jadi target yang harus dicapai setiap bulannya sebesar 8,5 persen," jelasnya. ***