
DUMAI - Bakal Calon Gubernur Riau, Syamsuar mengisi kuliah umum Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Dumai didampingi Wakil Ketua DPRD Riau, Sunaryo. Masalah air bersih dan pelayanan BPJS Kesehatan yang sangat rumit menjadi keluhan masyarakat kepada Syamsuar.
Kuliah umum yang berlangsung di Aula STT Dumai, Senin (5/2/2018) ini selain diramaikan mahasiswa dan mahasiswi, juga dihadir berbagai organisasi masyarakat, dan perwakilan beberapa suku.
Yusnedi, warga Dumai ini curhat dengan Syamsuar soal pelayanan BPJS Kesehatan di rumah sakit baru akan dilayani jika ada penjamin dari anggota DPRD Kota Dumai.
"Saya seharian mengurus warga yang berobat dengan BPJS Kesehatan, pihak rumah sakit memperlambat dan terkesan mempersulit. Bahkan ada yang menyarankan untuk minta rekomendasi dari Anggota DPRD, baru akan cepat di proses," kata Yusnedi menjelaskan.
Disampaikan Aysi, anggota IKS yang juga peserta kuliah umum itu, hingga saat ini masih banyak warga Kota Dumai yang tergolong miskin atau tidak mampu belum mendapatkan kartu BPJS Kesehatan yang gratis dari Pemerintah.
"Kami ingin juga pelayanan kesehatan seperti di Siak itu juga diterapkan di Dumai. Termasuk soal BPJS Kesehatan, Siak saja bisa memberikan BPJS Kesehatan ini untuk semua masyarakat miskinnya serta dana pendampingan untuk yang mengantar pasien berobat," kata Aysi.
Ditambahkan Arda yang seorang perawat, masyarakat Kota Dumai ini tidak ingin meminta banyak kepada bapak Syamsuar jika menjadi Gubernur Riau nanti. Warga Dumai yang sudah bosan dengan janji-janji ini perlu bukti.
"Masalah air bersih saja untuk Dumai ini tidak tuntas, dari dulu janji politik Calon Walikota, Calon Gubernur dan Calon Legialatif soal air bersih tak henti-hentinya. Tapi realisasinya ga ada juga sampai sekarang," kata Arda yang malu dengan wisatawan asal negeri jiran.
Menjawab harapan masyarakat Dumai itu, Syamsuar mantan Pejabat Bupati Kepulauan Meranti ini menyebutkan persoalan air bersih dan pelayanan BPJS Kesehatan akan menjadi PR baginya jika menjadi Gubernur Riau.
"Jika nanti saya menjadi gubernur Riau, apa saja program yang bagus di Siak juga akan kami bawa ke Provinsi Riau dan akan diterapkan di Kabupaten Kota se Riau. Kalau saat ini mungkin sistem BPJS Kesehatan di Dumai dengan di Siak berbeda, dan itu insyaAllah akan kita perbaiki," ujar pria kelahiran Jumrah, Rohil ini.
Bupati Siak dua periode ini menyebutkan, di Kabupaten Siak itu ada program peningkatan ekonomi kerakyatan dan penanggulangan kemiskinan. Program yang berhasil di Siak ini juga akan dibawa ke Provinsi Riau.
"Bantuan peremajaan kelapa sawit dan karet, bantuan budidaya ikan tawar dan perikanan laut, bantuan permodalan UKM, bantuan untuk keluarga miskin, mengembangkan produk unggulan desa/kecamatan dan membangun pasar online," kata Syamsuar memaparkan program peningkatan ekonomi rakyat Siak.
Begitu juga dengan perubahan lainnya, Syamsuar juga akan tetap berkomitmen akan mengedepankan pendidikan saat menjadi Gubernur Riau. "Dan yang terpinting tu pelayanan kesehatan," urainya lagi. ***