PEKANBARU, GORIAU.COM - Tiga pesawat tempur jenis F-16, Jumat (13/11/2015) siang, akhirnya mendarat di Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau. Pesawat ini barusaja melakukan Operasi Pertahanan Udara Nasional di wilayah Timur Indonesia. Adapun patroli dan operasi udara kian diintensifkan, pasca memanasnya Laut China Selatan.

Kadis Ops Lanud Roesmin Nurjadin (Rsn), Kolonel Pnb Yani Amirullah, kepada GoRiau.com mengatakan, pesawat yang bermarkas di Lanud Rsn itu tiba, setelah melakukan operasi pertahanan udara wilayah timur Indonesia. "Dari Kosek 4 Biak dan Ambon, lalu kembali kesini," sebutnya, Jumat (13/11/2015).

Adapaun Lanud Rsn, sambungnya, terus melakukan operasi pertahanan udara rutin, sekaligus patroli di wilayah perbatasan. Sesuai intruksi dari pusat, kegiatan itu dilaksanakan guna mencegah adanya indikasi masuknya penyusup, baik darat, laut dan udara. "Setiap hari sepanjang tahun, kita standby, karena memang sudah tugas untuk menjaga wilayah pertahanan," tegasnya.

Sampai kini, Lanud Rsn masih berstatus Siaga I, seperti yang diutarakan Danlanud Roesmin Nurjadin, Marsma Henri Alfiandi beberapa waktu lalu. Salahsatu faktornya, lantaran kian memanasnya kawasan Laut China Selatan, dengan manuver-manuver persenjataan perang, baik kapal dan lainnya oleh pihak negara asing.

"Kami disini menunggu perintah, dan kita tetap Siaga I. Kalau-kalau terjadi sesuatu jadi kita siap kapan saja," jawab Yani. "Sabtu dan Minggu pun kita standby. Kalau ada perintah patroli kita lakukan," lanjutnya. "Untuk kekuatan (jumlah) pesawat kita tentu rahasia dong, yang jelas cukup untuk melakukan reaksi cepat," pastinya.

Kawasan paling sibuk, Laut China Selatan dalam beberapa pekan belakangan semakin memanas. Ini dipicu karena negara China memasukkan sebagian perairan Kepulauan Natuna Indonesia ke dalam peta teritorial mereka, yang dikenal dengan istilah Nine Dashed Line. ***