TELUKKUANTAN - Beredarnya isu tentang dirinya memungut sejumlah uang kepada Kepala Sekolah (Kepsek) yang dilantik pada 27 Januari lalu, mantan Kepala UPTD Pendidikan Kuantan Hilir, Jasmadi angkat bicara.

"Lillahi Ta'ala, saya tak pernah memungut uang dari Kepsek. Itu fitnah," ujar Jasmadi dengan mata berbinar-binar kepada GoRiau.com, Kamis (1/2/2018) siang di Telukkuantan.

Isu tersebut memang sudah berkembang selama beberapa minggu terakhir. Puncaknya, ketika Plt Sekda melantik sejumlah Kepsek pada 27 Januari 2018 di Aula SMAN 2 Telukkuantan.

"Jujur, saya sedih mendengar fitnah ini. Karena itu, saya sampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kuansing, bahwa saya tak pernah melakukannya," ujar Jasmadi.

Tanpa sepengetahuannya, Jupirman selaku Kepala Disdikpora Kuansing mengumpulkan 24 Kepsek yang berada di Kuantan Hilir dan Kuantan Hilir Seberang.

"Tanpa sepengetahuan saya, ternyata seluruh guru membuat pernyataan bahwa mereka tak pernah diminta atau memberi kepada saya," ujar Jasmadi. Bermodalkan itu, ia mencoba membersihkan namanya kepada pimpinan daerah. Surat pernyataan itu pun telah diserahkan Jasmadi kepada polisi.

"Saya mau jumpai Wakil Bupati Pak Halim, mau menanyakan apakah ada orang yang melapor kepadanya tentang isu itu. Ternyata, beliau tak berkenan menerima saya. Di situ saya sangat sedih. Hampir 3 tahun beliau menjabat, belum sekalipun saya berjumpa beliau. Saya akui, saya menangis di ruang tunggunya, tapi bukan untuk meminta perlindungan. Namun, karena tak bisa berjumpa dengan beliau," papar Jasmadi.***