
SIAK SRI INDRAPURA - Perkiraan luas total kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) yang telah ditangani dan dilokalisir oleh tim Manggala Agni Daops Siak sejak tanggal 3 Maret 2016 di sekitar Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil (GSK) mencapai 165 hektar. Luas areal terbakar itu pun diduga kuat karena maraknya aktivitas perambahan kawasan konservasi oleh masyarakat.
"Kami menemukan pondok-pondok liar disekitaran areal yang terbakar. Diduga api datang karena adanya aktivitas perambahan," tutur Kepala Manggala Agni Daops Siak, Edwin Putra, Sabtu (12/3/2016) kepada GoRiau.com, di Siak.
Lanjut Edwin, kendala yang dihadapi selama pemadaman dikarenakan akses menuju lokasi harus ditempuh dengan berjalan kaki sejauh 5 km. Selain itu juga, sumber air sangat terbatas karena banyaknya danau-danau alam di dalam kawasan GSK telah mengering.
"Danau-danau yang kami dapati mengering karena airnya dibobol oleh perambah untuk mengaliri lahan yang telah dirambah dan ditanami sawit," katanya.
Sejauh ini, pemadaman di GSK atau lebih tepatnya di Desa Bukit Kerikil, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis dilakukan oleh 3 regu Manggala Agni Daops Siak sebanyak 42 orang dan dibantu oleh Masyarakat Peduli Api (MPA) dan masyarakat dengan total berjumlah 54 orang.
"Hari ini tim menyisir ulang lokasi yang telah dipadamkan hari-hari sebelumnya, mengingat lahan yang terbakar berupa alang-alang yang sangat mudah tersulut kembali oleh api," tutupnya. ***