BANGKINANG - Tim kuliah kerja nyata (Kukerta) Universitas Riau di Desa Pongkai Istiqomah, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar membuat program pembuatan pupuk kompas dengan penambahan EM4.

Safira salah seorang peserta Kukerta menyebutkan Minggu (28/7/2019), bahwa pupuk kompos ini dibuat dari bahan alami yang mudah didapat, seperti sampah organik basah dan kering, kotoran sapi, air sedikit dicampur tanah. Kemudian didiamkan selama seminggu, lalu disaring untuk diperolehnya pupuk kompos cair.

"Pupuk kompos ini merupakan alternatif pengganti pupuk kimia yang biasanya digunakan petani. Selain harganya lebih murah, pupuk kompos ini juga ramah lingkungan, karena memanfaatkan limbah organik sebagai bahan utamanya," jelasnya disela-sela sosialisasi program kerja ini kepada masyarakat setempat.

Lebih lanjut mahasiswi yang akrab disapa Fira ini menjelaskan, pupuk dengan penambahan EM4 juga memiliki banyak manfaat, seperti memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah serta manfaat lainnya.

Selain itu, manfaatnya juga dapat memfermentasi bahan organik tanah dam mempercepat dekomposisi, meningkatkan keragaman mikroba yang sangat menguntungkan didalam tanah, meningkatkan nutrisi. Dan juga senyawa organik yang ada di dalam tanah, serta meningkatkan kualitas, kuantitas dari hasil pertanian yang berwawasan, serta ramah terhadap lingkungan.

"Selain sebagai alternatif untuk pengganti pupuk kimia yang memberikan efek negatif terhadap lingkungan, kami berharap kemauan masyarakat memanfaatkan sampah sampah organik maupun kotoran-kotoran hewan untuk dijadikan sesuatu yang lebih bermanfaat. Dan tentunya selain mendapat nilai jual, lingkungan kita juga akan lebih bersih," ulas Fira.

Ia menambahkan, dengan adanya sosialisasi pembuatan pupuk kompos dengan penambahan EM4 tersebut, masyarakat mampu mengimplementasikannya. Karena menurutnya begitu banyak manfaat yang didapat dari pupuk kompas tersebut.

Sementara itu Kepala Desa Pongkai Istiqomah, Elvizon Toni mengapresiasi program kerja sosialisasi anak Kukerta UR tersebut. Dan kegiatan seperti ini patut mendapatkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak untuk dikembangkan. ***