PEKANBARU, GORIAU.COM - Lubang galian tower telekomunikasi yang berada di Perumahan PKS PTPN 5 Sei Tapung, Desa Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu, Kampar yang menyebabkan tewasnya Adaran Kurniawan (7) karena terjatuh ke dalam galian, bukan milik PT Telkomsel.

Menurut keterangan Manager Corporate Communication Area Sumatera PT Telkomsel, Hadi Sucipto kepada GoRiau.com, Rabu (8/1/2014), pihaknya sudah melakukan pengecekan tower yang sedang dibangun itu dan dipastikan bukanlah milik Telkomsel.

''Dapat kami sampaikan bahwa, dalam proses operasional seluruh pembangunan Tower/site yang dilakukan oleh Telkomsel guna mendukung sarana komunikasi masyarakat, selalu berpegang pada aspek keselamatan dan kenyamanan warga di wilayah sekitar tower/site serta memiliki standar kualitas sesuai dengan peraturan yang berlaku,'' ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang bocah bernama Adaran Kurniawan (7), tewas setelah terjatuh ke lubang pembangunan tower telekomunikasi yang berada di komplek Perumahan PKS PTPN 5 Sei Tapung, Desa Kasikan, Kecamatan Tapung Hulu, Kampar.

Peristiwa itu terjadi dua minggu lalu, Senin (23/12/2013). Saat itu, Adaran Kurniawan, anak ketiga dari lima bersaudara dari pasangan suami istri, Jamil Suherdin dengan Ema Deni atau biasa dipanggil Erma, bermain di lokasi itu. Mereka tidak tahu ada galian lobang tower di daerah tersebut.

Saat itu sekitar pukul 08.00 Wib, bersama teman-temannya, Adaran main lempar-lemparan, namun tiba-tiba Adaran terjatuh le lobang galian yang tidak ditutup dan ditinggal pergi begitu saja oleh pemilik proyek. Dengan pertolongan warga, Adaran dibawa ke rumah sakit, namun karena luka serius, akhirnya dia tewas di rumah sakit. (rls)