SIAK - Profil Kabupaten Siak yang didokumentasikan melalui video menjadi pembuka dalam acara temu ramah seluruh pengurus Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) se Provinsi Riau di Balai Rung Datuk Empat Suku.

Dalam video yang dikemas dengan baik itu dipaparkan juga sejumlah objek wisata di Kabupaten Siak. Seperti halnya jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah, Istana Siak, Tepian Sungai Jantan, Danau Naga Sakti dan lain-lainnya.

Ketua Majelis Kerapatan Adat LAMR Provinsi Riau, Al Azhar menyebutkan bahwa Kabupaten Siak salah satu Kabupaten di Riau yang sudah melestarikan budaya melayu Riau.

"Bukan memuji karena saat ini kami berada di depan Datuk Sri Setia Amanah Siak, tapi ini berdasarkan pengakuan NGO, Walhi, WWF dan LSM Lingkungan lainnya kepada kami," kata Al Azhar, Rabu (7/2/2018) malam.

Masih kata Al Azhar, Kabupaten Siak dikatakan luar biasa dalam capaian melestarikan budaya melayu Riau dan menempatkan kebudayaan melayu di alas yang paling terhormat.

Berbagai LSM lingkungan baik lokal maupun nasional, kata Al Azhar, menyebutkan Pak Syamsuar merupakan pemimpin yang paling nyaman untuk dialog terkait lingkungan di Kabupaten Siak.

"Sama-sama sudah kita lihat tadi dalam video yang dipaparkan, banyak objek wisata di Siak yang masih asri dan dikelola dengan baik oleh pemerintah Kabupaten Siak, seperti Danau Zamrud dan danau Naga Sakti," ujar Al Azhar.

Kabupaten Siak sangat terdepan dalam urusan mengelola kabupatennya dengan menjaga keseimbangan ekologis jadi hutan tanah seperti dikembalikan ke fungsinya semula.

"Menempatkan kebudayaan itu sebagai jantung dari denyut dinamika Kabupaten Siak suatu hal yang luar biasa. Dan ini kita berharapkan menular ke kabupaten kota yang lainnya," katanya.

Al Azhar mengakui, acara silaturrahmi pengurus LAMR se Provinsi Riau ini harusnya ditaja oleh LAMR Provinsi Riau. "Tapi Pemkab Siak dan pengurus LAMR Siak yang baru akan dikukuhkan besok sudah membuat acara ini. Kami sangat berterimakasih," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Siak, Syamsuar menyebutkan Pemkab Siak membuat grand disain untuk melestarikan budaya melayu Riau ini dengan melakukan konsultasi dengan Menteri Pendidikan melalui Bidang Kebudayaan.

"Dari itukah kami punya pedoman untuk melestarikan budaya melayu, produk-produk melayu seperti tanjak yang kami bangkitkan kembali hingga menjadi perhatian banyak masyarakat melayu, cagar budaya serta adat istiadat melayu Riau," kata Datuk Sri Setia Amanah Siak.

Selanjutnya, kata Syamsuar, Pemkab Siak juga sudah memiliki perda berbahasa melayu dan berpakaian melayu. Dan ini juga merupakan inisiatif dari Anggota DPRD Kabupaten Siak.***