
DURI - Banyaknya terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap buruh di Kecamatan Mandau dan Pinggir, Kabupaten Bengkalis akhir-akhir ini menjadi perhatian bagi sejumlah LSM. Pasalnya buruh yang di PHK ini mayoritas dari masyarakat lokal sendiri yang sudah memiliki istri dan anak menatap di Duri dan sekitarnya.
Ketua LSM Generasi Muda Mandau (GMM), Ijal kepada GoRiau.com mengatakan jika proyek lelang Pemkab Bengkalis sudah diumumkan oleh Ketua Pokja I ULP Bengkalis, tentunya para buruh yang baru terkena PHK ini bisa tetap bekerja dan menafkahi keluarganya menjelang dapat pekerjaan yang baru di perusahaan seperti sebelumnya.
"Makanya kita mendesak Ketua Pokja I dan ULP Bengkalis segera mengumumkan pemenang proyek yang sudah di lelangkan di LPSE. Mau menunggu apa lagi, waktu terus saja berjalan. Apalagi kita sama-sama ketahui bahwa sang ketua Pokja I di ULP Bengkalis ini tidak pernah masuk ke kantor," ujar Ijal yang juga kontraktor di Mandau, Senin (18/7/2016).
Selain itu juga, Ijal menegaskan pengumuman pemenang proyek lelang ke dua tahun 2016 ini, diharapkan pemenangnya dari rekanan lokal Mandau dan Pinggir. Sebab tahun-tahun sebelumnya kebanyakan kontraktor dari luar daerah yang bekerja di Mandau dan Pinggir ini.
"Kenapa saya menegaskan hal ini, saya sendiri juga sebagai putra Mandau sudah 5 tahun tidak mendapat pekerjaan dari lelang ULP Bengkalis ini. Tahun ini saya juga ingin merasakan 'Kue' proyek ULP Bengkalis," ujar Ijal menambahkan.
Selain itu juga, kenapa ia sangat keras mengingatkan ketua Pokja I ULP Bengkalis, karena selama ini kontraktor lokal tidak diakomodir untuk mendapatkan 'kue' tersebut.
"Bukan sedikit kontraktor mengeluarkan dana untuk ikut penawaran tersebut. 1 paket penawaran itu menghabiskan biaya sampai Rp 10 juta. Bagaimana kalau tiga penawaran yang dimasukan, sudah Rp30 juta," imbuhnya lagi.
Yang jelas saja, lanjut Ijal, jika ULP maupun Ketua Pokja I Bengkalis tidak memenangkan rekanan lokal, tentunya akan ada gejolak dikemudian hari. Jika pemenangnya rekanan luar, tentu tenaga kerjanya juga nanti berasal dari luar daerah, lalu masyarakat Mandau dan Pinggir yang baru saja di PHK hanya jadi penonton saja di rumahnya sendiri.
"Sampai hari ini belum ada tanda-tanda atau informasi apapun dari ULP Bengkalis ini. Kita memang tidak pernah di janjikan, tetapi sebagai putra daerah, kita berhak meminta pekerjaan diwilayah kita sendiri," tutup Ijal yang juga sudah berusaha menghubungi Kepala UPTD PU Mandau, Lutfi Hendra ini setiap saat.***