
JAKARTA, GORIAU.COM - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sedang mengembangkan ponsel cerdas anti yang memiliki fitur anti sadap. Ponsel yang diberi nama BandrOS ini dikembangkannya untuk kegiatan intelijen. Bahkan ponsel ini bisa juga untuk sistem peringatan dini tsunami dan rekap data Pemilu.
''Ini bisa digunakan untuk kepentingan intelijen, karena nggak bisa disadap. Jadi special purpose,'' ujar peneliti LIPI, LT Handoko kepada wartawan di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Serpong, Tangerang, Senin (26/8/2013).
Handoko menjelaskan, tidak semua orang nantinya bisa memiliki ponsel ini. Penjualannya terbatas, dengan tetap memperhitungkan regulasi terkait komunikasi dan informatika yang ada.
Handoko bercerita, awalnya penelitian ini dilakukan untuk menciptakan alat keperluan rumah sakit dan panti jompo. Dengan mengganti tombol dengan ponsel, maka fungsinya akan semakin efektif karena tidak memerlukan kabel sehingga bisa dibawa ke mana pun. Handoko juga menjelaskan hardware yang diperlukan pun tak perlu mahal.
''Kita beri aplikasi khusus, jadi kalau misalnya dia jatuh bisa ketahuan di mana. Mereka bisa lacak orang ini ada di mana. Kalau ada telepon, bisa di-forward ke pasien itu. Dia juga bisa dipanggil lewat (HP) itu,'' ulasnya.
Untuk Peringatan Dini Tsunami
Selain antisadap, fungsi lain ponsel cerdas ini yang masih terus dikembangkan oleh LIPI adalah untuk early warning system bencana tsunami.
''Kita kembangkan juga dengan ristek untuk early warning system tsunami. Itu bisa dipakai di semua HP, karena sudah lebih aplikatif,'' kata Hadoko.
Khusus untuk fungsi-fungsi yang berkaitan dengan kebencanaan, LIPI akan membuka open source. Dengan bisa ditemui dengan mudah aplikasi ini di playstore, maka siapa pun bisa berpartisipasi mendistribusikan informasi.
''Jadi kita bikin semacam whatsap, ada aplikasi khusus terhubung ke server. Jadi informasi kebencanaan dari BMKG dan badan bencana semuanya masuk,'' lanjutnya.
Selain itu, teknologi ini bisa digunakan untuk rekap data pemilu. Handoko menjelaskan, rekapitulasi dengan menggunakan smartphone BandrOS akan lebih aman dan murah.
''Dulu pakai komputer sudah mahal, penditribusian repot, listrik belum pasti ada. Kalau HP bisa lebih secure, kita bisa lock sehingga data yang dikirim ke HP hanya bisa digital dan kita tau persis itu dari HP tersebut,'' ulas Handoko. ***